Ini Langkah yang Dilakukan Setelah 4 Budaya Babel Jadi WBTB

Advetorial Lokal

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang – Empat karya budaya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) telah dinyatakan lolos sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia 2018. Adapun keempat karya budaya Bangka Belitung yang telah ditetapkan sebagai WBTB itu adalah Tari Serimbang – Seni Pertunjukan (Bangka Barat), Hadrah Gendang Empat – Seni Pertunjukan (Belitung Timur), Emping Beras – Kemahiran dan Kerajinan Tradisional (Belitung Timur), dan Sepen Buding – Seni Pertunjukan (Belitung Timur). Keempatnya akan menerima sertifikat WBTB Indonesia 2018 pada Oktober mendatang.

Selanjutnya, apa yang dapat dilakukan terhadap hasil penetapan tersebut? Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Babel Zuardi menjelaskan beberapa lhal tindak lanjut yang dapat dilakukan oleh Pemerintah Daerah terhadap karya budaya Bangka Belitung yang telah ditetapkan sebagai WBTB.

BACA JUGA :  Disperindag Provinsi Babel Promosikan Produk Olahan Pinang ke Negara Nigeria

“Mungkin masyarakat ingin tahu, apa yang dapat dilakukan setelah empat karya budaya kita ditetapkan sebagai WBTB. Yang pertama, meletakkan sertifikat WBTB di ruang Kepala Daerah, komunitas, dan tentunya di lokasi WBTB itu berasal. Hal ini dilakukan agar WBTB tersebut dapat diketahui oleh masyarakat luas,” jelas Zuardi yang ditemui di kantor Disbudpar Babel, Pangkalpinang, Senin (13/8/2018).

Zuardi melanjutkan bahwa materi pembelajaran terkait WBTB sangat penting diberikan di sekolah, agar generasi muda menghargai dan mencintai karya budaya daerahnya sendiri. “Yang kedua, yang dapat dilakukan adalah intervensi melalui pendidikan atau dengan kata lain muatan lokal (mulok). Jadi, anak-anak kita tahu kalau karya budaya daerah mereka ini sudah jadi WBTB, lho! Harus bangga dan menghargainya, karena untuk menjadi WBTB tidak lah mudah,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Samansa Tempilang Gelar MPLS Hadirkan Para Alumni, Muhammad Tahir: Jadi Siswa Harus Unik dan Asik

Zuardi mengatakan bahwa WBTB Bangka Belitung dapat diperkenalkan melalui acara-acara tertentu, baik dalam dan luar negeri. “Selain jadi muatan lokal sekolah, WBTB dapat diperkenalkan atau dipromosikan melalui acara-acara besar tertentu yang diselenggarakan mulai dari daerah, nasional, hingga internasional. Jadi, semakin banyak orang yang mengetahui dan mengenalnya,” katanya.

Disamping itu, Hera Riastiana, Pengelola Urusan Kerjasama Pengembangan Seni dan Budaya menambahkan bahwa lintas generasi juga dapat dilibatkan dalam kegiatan tertentu dalam rangka melestarikan WBTB.
“Perihal karya budaya kita yang sudah jadi WBTB, bukan hanya menjadi urusan yang tua saja, tapi semua umur dan kalangan. Karena ini kearifan lokal kita, bagian dari identitas daerah kita. Jadi sudah sepantasnya lah kita semua peduli akan hal ini,” tambah Hera.

BACA JUGA :  Alhamdulillah, Di Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah, PWI Babel Potong 11 Hewan Qurban

Hera mengatakan bahwa WBTB juga dapat dijadikan tema dalam penyelenggaraan suatu kegiatan. “Ada sejumlah cara yang bisa kita lakukan, agar WBTB dapat dikenal di berbagai umur dan kalangan, misalnya dengan mengadakan workshop, atau perlombaan, bisa juga dalam bentuk festival, mengadakan pameran, dan lain sebagainya,” katanya.

Selain itu, Hera juga menjelaskan bahwa hal terpenting dari upaya pelestarian WBTB adalah apresiasi yang diberikan kepada siapa saja yang telah berdedikasi. “Hal terpenting lainnya dari upaya pelestarian adalah orang yang telah memberikan dedikasinya untuk melakukan upaya perlindungan, pemanfaatan, pengembangan, dan pembinaan. Mereka yang telah mencurahkan tenaga, waktu, dan mungkin juga materi, agar kearifan lokal tidak hanya menjadi kenangan, namun sebagai identitas daerah,” jelasnya. (Ermawati)

(Sumber: Dinas Kominfo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.