TRAGEDI KEBAKARAN DI SPBU AHMAD YANI MENYISAHKAN KEPEDIHAN

Kriminal Lokal

 

Rahmat Kurniadi  korban kebakaran di SPBU A. Yani.

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang –  Tragedi kebakaran di SPBU jalan A. Yani yang menelan 3 (tiga) korban. Dimana ke 3 nya mengalami luka bakar yang sangat serius, satu diantaranya  hingga kini masih terbaring lemah tak berdaya dan masih dirawat intensif di ruang ICU ruang isolasi RSBT kota Pangkalpinang, Jum’at (09/08/2018).

Rahmat Kurniadi selaku kakak korban yang juga korban kebakaran itu mengatakan jika kejadian kebakaran itu terjadi sangat cepat.

“Tiba-tiba terjadi kobaran api yang sangat besar dari dalam mobil padahal saat itu kondisi kendaraan dalam  keadaan mati padahal Ade Kurniawan saat itu masih  berada di dalam mobil sehingga dia (Ade Kurniawan, red) tidak sempat lagi keluar dari mobil,” kata Rahmat  saat ditemui di RSBT Pangkalpinang, Jum’at (10/8/2018).

Rahmat sendiri alami luka bakar dikarenakan menolong adiknya yang terkurung didalam kendaraan.

Menurut Rahmat, kronologis kejadiannya pada saat itu adiknya (Ade Kurniawan, red) ditarik keluar agar bisa selamat dari kobaran api.

“Saat itu adiku saya tarik keluar agar selamat dari kobaran api, melalui pintu dekat stir mobil dengan kondisi yang sudah melepuh di sekujur tubuhnya,” ungkapnya.

Saat ini, Rahmat hanya bisa pasrah kepada Allah SWT berharap agar kesembuhan diberikan  kepada adiknya dan juga meminta kepada pemilik SPBU dijalan A.Yani untuk kirannya bisa membantu.

“Kami yang korban ini, tidak perlu cari siapa yang salah siapa yang benar kami sebagai pihak korban ini, kalo memang pihak SPBU punya hati nurani , tolonglah kami untuk bisa bantu adik kami dalam pembiayaan dan lain-lain,” pintanya.

Menurut keterangan dokter Adi Sucipto ahli bedah, yang menangi Ade Kurniawan menjelaskan jika kondisi Ade sangat kritis. Kondisi luka bakarnya  hingga 80%.

Dikatakan dokter Adi di hari ke 3 kondisi korban masih stabil, walaupun cairannya belum full terpenuhi.

“Menurut perhitungan kita luka bakarnya sangat luas sekitar 80 %, makin luas luka bakar makin berisiko tinggi, kedua kedalaman, jika kedalamannya korban masuk di grade (tingkatan) 3,” ujarnya.

Adi sucipto menambahkan pasien yang luka bakarnya luas, kemungkinan sembuh nya sangat kecil. Diteori angka kecacatan dan kematiannya sangat tinggi. Tetapi ada yang prosentase mengatakan masih bisa disembuhkan.

“Semoga pasien (korban) termasuk yang bisa kita tolong, karena luka bakar yang sangat luas dan sangat dalam, sangat berat untuk kesembuhannya,” pungkasnya. Semoga lekas sembuh Ade…Aamiin. (Ibrahim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.