SIMPATISAN JOKOWI DI PROVINSI KEP. BABEL MULAI BERMUNCULAN 

Hukum Lokal
Spanduk/baleho yang terpasang di sepanjang jalan komplek perkantoran Gubernur Babel.

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang – Para simpatisan Jokowi dari masyarakat kota Pangkalpinang mulai memperlihatkan dukungannya kepada Jokowi Widodo selaku Presiden RI dengan cara memasang spanduk atau baleho di sepanjang jalan komplek perkantoran pemerintahan provinsi Kep. Bangka Belitung di Air Itam Pangkalpinang.

Berdasarkan pantauan, Rabu (8/8/2018) pagi  di berbagai sudut jalan raya kota Pangkalpinang, baik di simpang jalan arah bandara Depati Amir, depan gedung Bank Indonesia di kawasan komplek perkantoran pemerintahan Gubernur Kep. Babel dan di beberapa tempat lainnya terpasang  baleho yang bertuliskan dukungan kepada Jokowi untuk melanjutkan tongkat estapetnya menuju dua periode kepemimpinannya dengan bertuliskan “Hanya orang orang cerdas yang mendukung Jokowi”.

Maraknya pemasangan spanduk atau  baleho tersebut di sekitaran kota Pangkalpinang dikuatirkan akan menuai pro dan kontra di tengah masyarakat Bangka Belitung khususnya di kota Pangkalpinang.

Demikian dikatakan Ibrahim selaku ketua lembaga investigasi dan informasi kemasyarakatan (LIDIK) Provinsi Kep. Babel.  Ibrahim membenarkan jika saat ini pemasangan spanduk /baleho Jokowi Calon Presiden RI 2019 oleh para simpatisannya di beberapa titik yang strategis di pinggir jalan raya Kota Pangkalpinang makin marak.

Menurutnya, hal ini dikuawatirkan akan menuai pro dan kontra di tengah masyarakat Bangka Belitung khususnya di kota Pangkalpinang sebagai ibukota provinsi.

Ketua Lembaga Investigasi dan Informasi Kemasyarakatan (LIDIK) Babel, Ibrahim
Sekiranya kalau memang para simpatisan dari sebagian masyarakat Babel ini ingin memasang spanduk /baleho untuk jagoan mereka di pilpres 2019 nanti akan lebih elok jika berkordinasi terlebih dahulu dengan pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Provinsi / kabupaten /kota.
“Kami menghimbau para pendukung dan simpatisan khususnya masyarakat di Bangka Belitung untuk terlebih dahulu  berkordinasi ke pihak terkait seperti halnya KPU dan Bawaslu Provinsi, Kabupaten/ Kota untuk bisa mendapatkan saran petunjuk dititik mana saja yang diperbolehkan. Karena dengan memunculkan para jagoannya masing-masing belum pada waktunya. Justru dengan dibuatkan spanduk dan baleho dukungan seperti saat ini akan  tidak menutup kemungkinan terjadinya pemicu konflik nantinya,” tandasnya.

Sementara itu, pihak Bawaslu Provinsi Kep. Babel yang dikonfirmasi terpisah melalui Kordinator Divisi Pencegahan, Andi Budi Yulianto mengatakan jika pemasangan spanduk dari sisi aturan pengawasannya  belum bisa diindikasikan ataupun dikategorikan pelanggaran.
“Persoalannya yang bersangkutan belum ditetapkan sebagai calon Presiden oleh KPU. Kecuali dalam pemasangan spanduk tersebut menampilkan parpol yang berkoalisi, maka partai politiknya yang melanggar karena parpol sudah sebagai peserta pemilu. Dan parpol bisa menampilkan unsur citra diri yaitu lambang parpol dan nomor urut parpol. Ini bisa kumulatif atau alternatif,” jelasnya via WA messenger, Rabu (8/8/2018) malam.

Dicontohkan Andi, pada saat car free Day di Jakarta beberapa waktu lalu kedua kubu saling bertemu, kubu yang menolak dan kubu yang mendukung Presiden yang kebetulan sempat viral.
“Nah, Bawaslu RI di sini bersikap profesional memposisikan pada pengawasannya berdasarkan UU Pemilu dan Peraturan Bawaslu RI,” tutupnya.
(Red/FkB)
BACA JUGA :  Masih Soal Teguran KASN Terhadap Gubernur, Wakil Ketua Komisi I DPRD Babel Juga Angkat Bicara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.