NELAYAN BATU BETUMPANG RESAH, DATANGI DEWAN PROVINSI

Hukum Lokal

Forumkeadilanbabel.com, Batu Petumpang – Sejumlah perwakilan nelayan Batu Betumpang mendatangi gedung DPRD Provinsi Kepulauan Babel, Selasa (31/7/2018).
Kehadiran sejumlah perwakilan nelayan Desa Batu Petumpang ini, guna menyampaikan keresahan mereka dengan keberadaan nelayan yang menggunakan altap (alat tangkap) cawang yang berasal dari Sungsang Sumatera Selatan di perairan Desa Batu Petumpang.
Pasalnya peralatan para nelayan lokal di Desa Batu Petumpang ini masih sederdana, masih menggunakan pancing sebagai alat tangkap. Mereka rata-rata tinggal di pesisir dan banyak menggantungkan hidupnya sebagai nelayan.
“Alat tangkap yang kami gunakan masih sangat sederhana, yakni masih pakai pancing. Sedangkan mata pencaharian kami ini sangat bergantung hidup sebagai nelayan di sini. Sebelum nelayan Altap cawang ada. Kami nelayan alhamdulilah bisa hidup dan mengidupi keluarga kami dan menyekolahkan anak anak kami  namun setelah kehadiran Altap cawang ini semuanya hancur Pak. Penghasilan kami jauh turun drastis. Biasanya penghasilan kami bisa mencapai Rp.300 ribu, sekarang dapat Rp. 50 ribu saja sudah bagus. Ini jelas bakal membuat kami sengsara. Kehadiran nelayan altap ini membuat  banyak tempat karang yang rusak dan hancur kalau kena cawang,” terang salah satu warga Nelayan saat menyampaikan keluhannya di hadapan ketua dan para anggota Dewan Provinsi Kep. Bangka Belitung.
Hal senada juga disampaikan Akbar. Dia mengatakan jika dirinya mengkuatirkan apabila kondisi ini dibiarkan berkepanjangan.
“Kekhawatiran kami semakin menjadi jadi, sudah sering kali diamankan masih saja membandel banyak sudah pancing-pancing rawe kami yang tersangkut di cawang itu kalau kena habislah semua bila tersangkut di alat tangkap Cawang, kalau sudah nyangkut tidak bisa dilepas solusinya diputus akhirnya kerugian sudah jelas diderita oleh kami sedangkan modal untuk membeli kembali perlu dana yang tidak sedikit selain itu alat tersebut bila menyentuh dasar yang ada karangnya maka karang itu akan menjadi hancur pada hal karang itulah tempat ikan betelur,” ungkap Akbar.
Dia menambahkan, sebanyak 20 Orang nelayan yang datang ke kantor dewan Provinsi Kep. Babel hari ini semata mata untuk menyampaikan aspirasi, yang mewakili para nelayan yang jumlahnya kurang lebih tiga ratus orang.
“Kami ini mohon diperhatikan, tentang nasib kami para Nelayan kecil janganlah diganggu, kalaupun mau melaut melautlah yang jauh sesuai kapal dan alat yang digunakan, kamipun memohon kepada Dinas terkait, Kepolisian, TNI, Dinas Kelautan dan lain lsinnya untuk segera melakukan upaya tindakan di wilayah tersebut terhadap apa yang kami alami,” pintanya.
Sementara ketua Dewan Provinsi Kep. Bangka Belitung, Didit Srigusjaya berjanji akan mencarikan solusi dari permasalahan nelayan lokal Desa  Batu Petumpang.
“Keluhan dan keresahan Nelayan Batu Betumpang saat ini telah kita dengarkan selanjutnya kita akan mengagendakan pertemuan selanjutnya yang akan disampaikan kepada instansi terkait untuk mencarikan solusi. Ini akan kita sampaikan nanti pada semua yang hadir besok Rabu (1/8/18) sekira pukul 13.00 Wib dan yang hadir hari ini diharapkan lagi kehadirannya,” tandasnys.
(Ibrahim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.