NGOPI DAN BEKISAH BARENG WAGUB ABDUL FATAH DI HUTAN MANGROVE KURAU BARAT

Lokal Seremonial

 

Forumkeadilanbabel.com, Bangka-Tengah — Badan Pengurus Daerah Aliran Sungai Hulu hilir Baturusa (BPDASHL BRS) dan Forum Das Babel menggelar  kegiatan ngopi dan bekisah bareng dengan Wakil Gubernur, Abdul Fatah di Ekowisata Mangrove Desa Kurau Barat Bangka Tengah, Sabtu (28/7/2018) malam.
Kegiatan yang dihadiri Wakil Gubernur Kepulauan Bangka  Belitung, Abdu Fatah bersama Ketua Forum DAS  Fadilah Sobri, Ketua BPDASHL BRS, Idi dan perwakilan Korem  045 gaya, Letnan Kolonel Suhardi, Polsek Namang serta Dinas Kehutanan Babel dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kep. Babel juga mahasiswa UBB dan UGM, ketua KNPI Babel, dan sejumlah wartawan yang turut serta dalam acara ngopi dan bekisah bareng ini mengangkat tema Merawat Air dan Kehidupan.
Di kesempatan tersebut, Fadilah Sobri selaku Ketua Forum DAS Babel menyampaikan jika jumlah air secara kuantitas di wilayah kepulauan Babel ini masih tetap, namun secara kualitas diakuinya sudah berkurang.
“Untuk Bangka Belitung telah dilakukan pengkajian dan secara umum belum mengalami krisis air secara kualitas hingga 20 tahun ke depan,” ungkapnya.
Namun untuk wilayah Kota Pangkalpinang, dikatakannya, kondisi kualitas air sudah mulai berkurang. Hal ini dipengaruhi peningkatan jumlah penduduk. Meskipun bisa mendapatkan air, namun untuk mendapatkan air yang siap minum sudah susah.
“Secara kualitas, penyediaan air di Bangka Belitung belum bisa langsung minum. Tetapi penyediaannya hanya untuk mandi. Perlu ada peningkatan kualitas air di daerah dan untuk merawat air harus melakukan penanaman pohon”, terangnya.
Sementara itu, Wagub Abdul Fatah mengimbau kepada masyarakat agar rajin menanam pohon.  Sebab menurutnya, keberadaan pohon berperan sangat penting untuk menjaga kualitas dan kuantitas air.
“Semua ini membutuhkan peran serta aktif masyarakat,”ujarnya.
Diakatakannya, jika ingin mempertahankan kualitas air, maka harus rajin menanam pohon. Dengan begitu diharapkan dapat mempertahankan potensi air,” kata Abdul Fatah dalam acara ngopi dan bekisah bareng di kawasan wisata Mangrove, Kurau, Bangka Tengah, Sabtu (28/7/2018) malam.
Selain rajin menanam, Wagub Abdul Fatah berharap kepada masyarakat untuk  berperan aktif dalam menjaga kawasan DAS di Kurau. Ini merupakan bagian salah satu upaya mempertahankan kawasan air di Bangka Belitung, khususnya Bangka Tengah.
“Jika dikelola dengan baik, keberadaan DAS ini dapat bernilai ekonomis bagi masyarakat. Hutan mangrove yang dikelola ini menjadi bukti adanya peralihan pekerjaan dari menambang”, pesan Abdul Fatah didepan para Peserta Ngupi bareng.
Disinggung soal perkebunan sawit, Wagub Abdul Fattah menjelaskan, satu tandan sawit membutuhkan lima kubik air. Jika setiap batang terdapat empat tandan, maka tanaman ini membutuhkan setidaknya 20 kubik air sampai panen.
Untuk itu, kata Wagub Abdul Fatah, sebenarnya tidak ada istilah kata pengusaha sawit merugi. Karena air untuk kebutuhan tanaman sawit didapatkan secara gratis.
“Oleh sebab itu, hendaknya pengusaha perkebunan bisa menggandeng warga dalam bertanam sawit. Air harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Untuk menjaga keberadaan air dengan mulai menanam pohon. Upaya ini dapat mempertahankan potensi air”, tandasnya.
Dalam acara yang sama, Yasir salah satu pengurus Mangrove menyampaikan ucaoan terimakasihnya kepada  Wagub dan kepada para peserta.
“Semua peserta yang telah datang hari ini akhirnya bisa melihat langsung apa yang kami lakukan dihutan Mangrove ini. Kami berharap adanya perhatian khusus dari pihak Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota  dalam menyiapkan sarana dan prasarana yang ada dikawasan Mangrove yang kedepannya tentu bisa menjadi daya tarik tersendiri dan menjadi tempat wisata penelitian dan lain lainnya. Dan untuk biaya mengurus kawasan Mangrove ini, kami masih bersifat swadaya dan kami saat ini mengembangkan budidaya ikan tambak dan kepiting bakau,” tuturnya bangga.
(Ibrahim)
BACA JUGA :  Tim Moonitoring Diklat Kejaksaan RI Kunjungi Kejari Bangka Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.