Panitia TI Apung Selindung dinilai Carut Marut

Hukum Lokal

 

Forumkeadilanbabel.com, Muntok — Keberadaan ratusan ponton isap tambang timah inkonvensional (TI) di perairan laut Selindung, Desa Air Putih, Muntok, dinilai belum memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan juga infrastruktur dusun setempat. Penyebabnya akibat model kepanitian yang carut marut.

Tudingan ini dilontarkan Kadus Selindung, Sulaiman, AK, ditemui forumkeadilanbababel.com di kediamannya dusun Selindung, Selasa, (17/6/2018). Sulaiman dengan tegas mengatakan aktifitas ratusan TI apung di perairan laut Selindung, saat ini sudah banyak kepentingan.
“Banyak kepentingan disitu (wilayah kerja TI apung). Jadi disitu sudah tumpak tindih, sudah banyak kepentingan,” ujar Sulaiman.

Sulaiman mencontohkan, sejak awal masuknya TI apung pun warga terkesan dibodoh-bodohi lewat diminta membubuhkan tanda tangan pertanda setuju dan dibayar Rp. 100, ribu untuk sekali tandatangan. Pertemuan terjadi di balai desa, bahkan sekelompok orang ada yang minta tandatangan lewat door tu door. “Yang tandatangan kelompok itulah. Jadi kalau orangnya 200 tandatangannya total 400,” ujar Sulaiman.

Sementara menyinggung soal aktifitas TI apung Selindung konstribusinya untuk masyarakat dusun sekitar, Sulaiman mengatakan konstribusi tersebut sangatlah kecil.
“Kalau mereka ini (masyarakat Selindung, red), saya dengar-dengar jatahnya 15 persen. Saya bilang kalau 15 persen misalnya dapat Rp 100 juta, masyarakat kan hanya dapat bagian Rp.15 juta. Misalnya dia punya panitia, 15 persen ini 10 persen untuk masyarakat 5 persen untuk panitia. Kalau kemudian dapatnya untuk.masyarakat Rp. 10 juta dibagi dengan 90 KK cuma dapat Rp. 100 ribu per orang. Ini bukan dibayar per bulan bukan per ape. Jatah ini dak pasti seperti saya bilang tadi bukan jatah bersih. Dak de mereka bilang pak kami dapat 10 ton minggu ini, dak de itu,”sindir Sulaiman.

Oleh karena itu Sulaiman mengatakan, semenjak TI apung masuk ke perairan Selindung tahun ini dirinya mengaku tidak terlibat.
“Jadi 15 persen ini hanya sebatas panitia. Panitia mau bagi bagaimana ya tergantung panitia,’ tandas Sulaiman. (Rudy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.