Aktivitas TI Depan Kantor PPN Sungailiat Semakin Menggila

Hukum Lokal
Sekitar 20 unit fron TI ilegal beraktifitas dengan leluasa di lahan Pemda depan kantor PPN Sungailiat.

SUNGAILIAT – Meskipun sudah sering dirazia, puluhan tambang inkonventional (TI) ilegal disepanjang kawasan lahan Pemda tepatnya di depan kantor Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat Kabupaten Bangka hingga saat ini masih membandel dan terus melakukan aktifitas penambangan.

Dari pantauan sejumlah awak media, Selasa (17/7) siang tambang ilegal jenis tambang darat tersebut beraktivitas dengan lantang tanpa merasa kuatir akan dirazia. Bunyi mesinnya saling bersahut sahutan yang menandakan aktifitas penambangan makin marak. Entah apa penyebabnya sehingga penambang ilegal ini sepertinya tidak takut dengan aparat atau memang ada yang membekingi.

 

Kepala Kantor PPN Sungailiat, Tri Aris Wibowo saat ditemui awak media di ruang kerjanya menuturkan dari sisi kepentingan nelayan keberadaan tambang tersebut sangat mengganggu dan meresahkan karena dinilai dampak aktivitasnya akan menghasilkan sedimentasi aluran sungai di sekitar kawasan alur sungai di depan kantor PPM Sungailiat.

 

“Ini, tentu saya juga terganggu selama tambang itu menghasilkan sendimentasi (pendangkalan) di alur sungai, dari pembuangan limbah pasir. Operasi ini sudah bertahun-tahun, sebelum ada kantor PPN informasinya sudah beroperasi,” tuturnya.

Sementara, menyikapi aktivitas tersebut pihaknya telah berupaya menindaklanjuti keluhan nelayan dengan menyampaikan kondisi yang terjadi kepada aparat penegak hukum Polres Bangka dan aparat penegak Perda Satpol PP Bangka.

 

“Memang, sempat ada respon dan dilakukan penertiban waktu itu dan seperti yang terlihat aktivitas kembali berjalan,” ungkapnya.

Sepengetahuan dirinya, operasi tambang ilegal tersebut berada diatas kawasan lahan pemerintah daerah yang berbatasan dengan pagar halaman kantor PPN. Akan tetapi, ia tak sangat mengetahui operasi yang penambanh lakukan apakah mengantongi IUP PT Timah Tbk atau tidak.

“Kita hanya melapokran saja kemarin aktivitasnya, kalau baca di koran sudah ada penindakan ada Pol PP, kepolisian, kalau aksinya kita tidak dilibatkan. Tahun kemarin kita pernah berkirim surat ada laporan nelayan, gak ada sih aduan khusus karena kondisi itu sudah kelihatan jelas dari jembatan itu.Yang kita tahu ada sekitar 20 an lebih front, gak tahu koordinasi siapa karena tidak fokusnya kesitu.Biasanya mereka sehari-hari mulai beroperasi dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore,”  pungkas Aris Wibowo.

(Red/FkB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.