Sebanyak 7 Orang Pengacara Muda Dampingi Icha Mendapatkan Keadilan

Hukum Lokal

 

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang —  Setelah videonya viral di media sosial ketika mengadukan kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang menimpanya, Dwi Icah Yanti Oktari (23), seorang ibu muda warga Kelurahan Air Ruway, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, kini didampingi 7 orang pengacara guna memperjuangkan hak dan keadilan. Icah adalah istri dari anggota DPRD Kabupaten Bangka, mengaku telah menjadi korban KDRT suaminya sendiri, SUM, hingga akhirnya memilih kabur dari rumah lantaran takut dan merasa terancam.

Kekerasan terhadap Icah ini baru terungkap setelah ia mendatangi Kopi Jhony di Jakarta, tempat pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menerima aduan / keluhan dan kasus – kasus rakyat kecil yang ingin mencari keadilan pada Minggu pagi (7/7/2018). Bang Hotman begitu pengacara itu biasa disapa, kemudian mengunggah video dirinya bersama Icah yang selanjutnya viral di media sosial.

Jumat (13/7/2018), baru Icah pulang ke Bangka setelah beberapa hari di Jakarta. Icah mengadukan kasusnya ke Komisi Nasional Perempuan Dan Anak, serta lembaga negara lainnya. Kemudian melaporkan lagi kasus KDRT yang menimpanya ke Polda Kepulauan Bangka Belitung, didampingi Ketua LSM Perlindungan Perempuan dan Anak, Nurmala Dewi. Sebelumnya Icah sudah melaporkan hal sama dan diterima Unit PPA Satreskrim Polres Bangka pada awal Juli 2018.

BACA JUGA :  Cari Tahu Kelangkaan BBM di Belitung, Erzaldi Turun Langsung Ke Negeri Laskar Pelangi

 

 

Sabtu siang (14/7/2018), Icah didampingi kakak dan ibunya mendatangi Kantor Hukum Agus Poneran di Kota Pangkalpinang, guna meminta pendampingan hukum atas kasus yang menderanya. Dengan menggandeng Kantor Advokat Adystia Sunggara & Associates, kini Icah didampingi 7 pengacara muda untuk mendapatkan keadilan. Hanya satu keinginan terbesar Icah, yakni dapat segera bertemu anak semata wayangnya yang kini berada pada suaminya.

“Kita mengakomodir aduan dan keluhan ibu ini yang mengaku telah menjadi korban KDRT suaminya. Ibu ini juga melaporkan bagaimana sikap dan tingkah suaminya kepada kita saat datang ke kantor pada Sabtu siang. Setelah memberi kuasa kepada kita, terbentuklah Tim advokasi untuk ibu ini dari dua kantor hukum yakni Agus Poneran & Associates dan Adystia Sunggara & Associates dengan tujuh orang advokat yang siap mendampingi. Kita turut membantu ibu ini mencari keadilan sebagai bentuk kepedulian,” ungkap Agus Hendrayadi didampingi Adystia Sunggara dan lima advokat lainnya, dalam jumpa pers yang digelar di Laterase Resto Pangkalpinang, Senin (16/07/2018) petang.

BACA JUGA :  Kejari Bangka Barat Terima Kunjungan Ketua dan Waka PN Agama Muntok

Menurut Agus, selain pengurus LSM Perlindungan Perempuan dan Anak, para advokat yang mendampingi Icah yakni dirinya sendiri, Adystia Sunggara, Fauzan Hakim, Hendra Irawan, Ahmad Albuni, Ahmad Fauzi dan Ranuh Dwi Sagita. Akan ada juga tokoh-tokoh pers dan budaya seperti Ahmadi Sofian, para pimpinan media massa Babel, Ketua PWI Bangka Belitung, Ketua SMSI Bangka Belitung, serta ketua organisasi wartawan lainnya.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang ternyata juga ikut peduli terhadap kasus menimpa ibu ini. Kepada LSM Perlindungan Perempuan dan Anak, para pimpinan media, para tokoh pers, tokoh budaya dan penulis serta DPRD Kabupaten Bangka dan pihak kepolisian. Kami atas nama tim advokasi berharap kasus ini cepat selesai dan ibu ini memperoleh keadilan yang diharapkannya,” tandas Agus.

Untuk tindakan apa saja yang akan diambil tim advokasi dalam mendampingi Icha, Adystia menjelaskan pihaknya segera turun ke lapangan guna menjembatani, berkoordinasi serta mengawal kepentingan – kepentingan penyelidikan dan penyidikan kepolisian. Dan tidak menutup kemungkinan juga berkoordinasi dengan lembaga terkait di tingkat pusat, termasuk ke rekan sejawat pengacara kondang Hotman paris Hutapea.

BACA JUGA :  Sudah Saatnya Babel Miliki Tugu Pers

“Kita juga akan berusaha bagaimana agar Icah dapat bertemu dengan anaknya. Bagaimana pun anak itu butuh kasih sayang ibunya, dan ibunya tentu terikat batin yang sangat besar dengan anak yang dilahirkannya. Kita berharap suaminya Sum beserta keluarganya dapat mempertemukan Icah dengan anaknya, karena anak itu masih balita, apalagi masih menyusui,” papar Adystia.

Informasi terbarunya, tadi siang, Senin (16/7/2018), Icha juga melaporkan dugaan suaminya memiliki senjata api jenis pistol rakitan ke SPKT Polda Kep. Bangka Belitung bersama Ketua LSM Perlindungan Perempuan dan Anak, Nurmala Dewi.

Untuk diketahui, jika laporan – laporan Icha terbukti, suaminya SUM dapat dijerat pidana UURI Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU KDRT), dan UU Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api yang ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara.

 

Rilis Agus Poneran & Partner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.