PENGANTRI BBM JENIS SOLAR KELUHKAN KECURANGAN SPBU INI

Hukum Lokal
Suasana antrian kendaraan roda empat untuk mendapatkan bbm jenis solar di SPBU 24.333.136 di Desa Kelabat, Kecamatan Parit Tiga, Bangka Barat.

 

Forumkeadilanbabel.com, Parit Tiga – Bahan bakar minyak (BBM) jenis solar saat ini kembali menjadi barang dagangan yang jadi rebutan. Betapa tidak, bagi mereka yang masuk dalam lingkaran mafia. Bbm jenis solar bisa mendatangkan pundi pundi uang yang fantastis. Dalam satu hari bisa mendapatkan keuntungan jutaan rupiah. Maka tidak heran saat ini di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum ( SPBU ) dijumpai antrian kendaraan memanjang yang bertujuan mendapatkan bbm jenis solar. Di saat bbm jenis solar menjadi barang dagangan yang jadi rebutan. Maka tidak sedikit pula ditemukan SPBU nakal yang  biasanya berkolaborasi dengan oknum oknum tertentu guna mendapat keuntungan sebesar besarnya, seperti bekerjasama dengan karyawannya sendiri untuk melakukan pengisian bbm jenis solar secara berulang ulang tanpa perlu antri  atau pun dengan oknum aparat setempat, seperti halnya di SPBU 24.333.136 yang terletak di Desa Kelabat, Kecamatan Parit Tiga, Bangka Barat.

 

Di SPBU ini, sejumlah pemilik kendaraan yang biasa melakukan pengisian BBM untuk kemudian dijual kembali, atau biasa disebut pengerit, mengeluhkan adanya kecurangan di SPBU ini.

 

Menurut salah seorang pengerit ketika ditemui minggu pagi, (15/7/18) mengatakan, kecurangan yang ada di SPBU tersebut terlalu nampak.

“Gimana gak ngeluh pak, kita antri dari pukul. 04.00 Wib. Tapi sering kali sampai siang hari menunggu, tidak kebagian BBM pak. Itu sih tidak masalah seandainya di SPBU tersebut kami tidak kebagian BBM dikarenakan mereka mendahulukan kendaraan biasa milik warga, tapi ini karena mereka mendahulukan kendaraan pengerit juga yang kami duga milik oknum karyawan SPBU itu sendiri, juga milik oknum aparat pak,” jelas pengerit ini yang demi keamanan dirinya minta namanya tidak diespos.

 

 

Hal senada juga disampaikan pengerit lainnya jkepada forumkeadilanbabel.com. Justru, dirinya berharap ada keadilan buat mereka dalam mengantri untuk mengisi BBM disana.

“Tampak betul pak ketidak adilannya, ketika kami harus mengantri dari subuh, dan masih sering tidak kebagian, tapi kendaraan lain bisa langsung masuk dan mengisi BBM, mereka ngerit juga pak. Ini ada apa? Yang adil dong, kami juga butuh makan pak. Yang sportiflah pak. Nanti bapak lihat sendiri, pintu keluar digunakan untuk pintu masuk kendaraan yang kami duga milik oknum karyawan serta oknum aparat, sedangkan kami harus tertib,” jelasnya sembari meminta agar namanya juga dirahasiakan.

Terpisah, pemilik SPBU SPBU 24.333.136. yang terletak di Desa Kelabat, Kecamatan Parit Tiga, Bangka Barat, Alam membantah jika SPBU miliknya memperlakukan pengerit solar seperti tudingan tersebut di atas.

“Tidak betul itu. Kami memperlakukan semua yang antri itu secara adil. Jika memang pengerit ysng datang sejak jam 4 dinihari pasti kebagian solar. Tapi kalau datang siang ya ndak kebagian lah. Untuk karyawan yang ngerit itu tidak ada keistimewaan. Semuanya sama,” kata Alam seraya meminta forumkeadilanbabel.com untuk tidak memberitakannya ketika dikonfirmasi terkait adanya kecurangan dalam hal pelayanan oleh SPBU miliknya, via telepon, Minggu (15/7/2018) malam.

 

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Kapolsek Jebus, Akp Andi Purwanto yang di konfirmasi via WhatsApp messenger, Minggu (15/7/2018) malam, belum bersedia memberikan tanggapannya terkait keluhan para pengerit perihal adanya kecurangan dalam hal pelayanan pendistribusian bbm jenis solar di SPBU wilayah hukumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.