BENDUNGAN METUKUL  DISTRIBUSIKAN AIR KERUH DAN BERLUMPUR, PADI PETANI TERANCAM MATI 

Hukum Lokal

Forumkeadilanbabel.com, Rias – Bendungan Metukul Rias yang dibangun puluhan milyar rupiah nampaknya tidak akan memberikan manfaat kepada para petani jika air yang di distribusikan ke sawah petani berkeruh dan berlumpur.

 

Sebab bagaimanapun air yang keruh dan berlumpur tersebut tidak akan menjadikan tanaman padi petani menjadi subur, justru sebaliknya tanaman padi itu akan mati.

 

Salah satu petani di Dusun Tran SPC Desa Rias yang ditemui forumkeadilanbabel.com mengungkapkan jika pohon yang kuat saja yang ada sekitar air yang tercemar itu bisa mati dan kering.
“Apalagi tanaman padi kami, ini jelas sangat mengkhawairkan kami,” kata warga Dusun Tran SPC ini.

 

 

Kondisi air Bendungan Metukul yang keruh dan berlumpur ini juga disorot oleh LSM Tombok. Mawardi selaku sekertaris Lsm Tombok mengatakan jika lembaganya sudah menyurati dan melaporkannya ke instansi terkait perihal adanya beberapa desa yang sawahnya sudah tercemar.

“Kita sudah kirimkan surat ke Instansi terkait perihal beberapa dusun yang sawahnya sudah tercemar diantaranya dusun tran SPC, dusun tran SPB, dusun Tran Air Pairem yang diperkirakan sekitar 1000 hektar persawahan yang akan mengalami dampak pencemaran tersebut. Ini dugaan sementara penyebabnya adanya aktivitas tambang ilegal yang dirawa-rawa desa bikang yang ada dihulu bendungan tersebut,” ungkap Mawardi.

 

Dikatakan Mawardi bila hal ini dibiarkan terus menerus maka tidak menutup kemungkinan, air limbah yang dihasilkan para penambang ilegal akan berdampak sangat buruk seperti air keruh yang lama kelamaan menimbulkan lumpur semakin tebal hingga tanaman padi sulit untuk tumbuh dengan subur.

“Lama kelamaan tumbuhnya kuning dan mengerdil dan tidak menutup kemungkinan bisa mati. Ini jelas, kerugian yang akan dialami para petani yang pada akhirnya sawah tersebut akan ditinggalkan. Padahal saat ini Pemerintah Pusat dalam proses pembangunan bendungan Metukul yang nilainya puluhan milyar rupiah namun kalau airnya sudah tercemar maka dipastikan bendungan tersebut tidak akan bermanfaat,” tandasnya.

Sementara itu, pihak kontraktor pelaksana proyek bendungan yakni PT Nindya Karya yang diwakili Didi menyampaikan jika pihaknya dalam pelaksanaan pekerjaan penggalian ataupun pengangkatan material di dasar bendungan sudah mengacu pada petunjuk teknis yang ada.

“Material yang telah kita angkat itu kita kirim semuanya ke luar lokasi proyek. Jadi tidak ada yang mencemari air di dalam bendungan,” kata Didi meyakinkan.

 

Ibrahim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.