Kemana Gerangan, Barang Bukti 5 Unit Alat Berat Ini?

Hukum Lokal
Barang Bukti (BB) berupa 3 unit Excavator yang diamankan di TKP, namun saat ini raib entah ke mana?

Forumkeadilanbabel.com, Riau Silip — Pasca razia Tambang Ilegal di hutan Tenggiling, Dusun Sideroje, Desa Kampung Cit, Kecamatan Riau Silip oleh Petugas Penegakan Hukum Terpadu ( Gakumdu) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( KLHK) yang sempat memanas lantaran mendapat perlawanan dari warga, LSM dan Aparatur Desa masih ramai diperbincangkan di warung warung kopi di wilayah sekitaran Sungailiat.

Adanya upaya perlawanan tersebut, pihak Satgas Gakumdu KLHK akhirnya tidak berhasil membawa keluar 5 unit alat berat berupa 2 unit tronton dan 3 Unit Excavator dari lokasi Tambang Ilegal di kawasan hutan Tenggiling yang di kelola CV. Tenggiling Persada dan ke 5 unit alat berat tersebut akhirnya tetap berada di TKP pada hari kejadian.

Dua hari pasca kejadian tentunya animo masyarakat untuk mengetahui perkembangan kasus tersebut sangat besar. Sehingga tidak heran apabila kabar perkembangan proses kasus tersebut masih ramai diperbincangkan khususnya di kalangan masyarakat Kabupaten Bangka, terutama terkait barang bukti 5 unit alat berat yang tidak berhasil di sita oleh 53 orang personil Satgas Gakumdu yang bersenjatakan laras panjang.
“Gimana ya kabarnya alat berat itu sekarang? Pasti sudah dibawa pulang. Paham paham lah punyanya orang berduit, kan kuat koordinasinya, hehe…,” kata Dedi dalam perbincangan di salah satu warkop Sungailiat, Jum’at (13/7/2018) pagi.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung, Marwan justru mengungkapkan jika 5 unit alat berat berupa 2 unit Tronton dan 3 unit Excavator yang menjadi barang bukti (BB) justru saat ini sudah tidak ada lagi di lokasi kejadian (TKP).
“Saya dapat info barang bukti berupa ekcavator dan mesin ponton itu sudah tidak ada lagi di tempat. Sementara kades nya sudah buat pernyataan melarang alat bukti nya di angkut. Dia pasang badan demi AK..neg nyengsaro badan,” tulis Marwan via WA messenger, Jum’at (13/7/2018).

Ditambahkan Marwan jika pemilik alat berat itu diduga punya backing kuat sehingga barang bukti berupa 3 unit excavator dan 2 unit mesin ponton itu bisa hilang tanpa jejak.
“Hebat backingnya,” tutupnya.

Terkait perkembangan informasi barang bukti yang raib dari TKP. forumkeadilanbabel.com berhasil mendapatkan info dari salah satu warga Desa Kampung Cit namun minta namanya diinisalkan.

Sumber inisial Po yang berdomisili di wilayah sekitar Tenggiling ini menyampaikan jika dia melihat 3 unit alat berat berupa excavator yang diduga milik AK, dibawa keluar lokasi razia (TKP) dengan dikawal oleh mobil patroli dari instansi yang berwenang arah Sungailiat.
” 3 PC ( Excavator, red) milik AK itu kan udah di bawa keluar pagi Kamis (12/7) kemarin. Masak gak ada di dinas ya? Padahal itu dibawa dengan pengawalan loh,” kata Po kepada wartawan, Jum’at (13/7/2018) pagi.

Terkait informasi dari kadis kehutanan Provinsi Kep. Babel, Marwan dan warga Tenggiling ini, forumkeadilanbabel.com masih dalam upaya konfirmasi ke AK selaku pemilik 3 unit excavator tersebut dan petugas serta instansi berwenang. (Ikrar /FkB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.