Kades Kampung Cit Bantah Semua Tudingan Ketua Tim Gakumdu

Hukum Lokal

Forumkeadilanbabel.com, Sungailiat – Razia tambang Sekala TN oleh Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup ( KLHK) secara diam – diam di lokasi tambang, Dusun Sidoreoje Desa Kampung Cit, Rabu (11/7/2018) yang dikabarkan sempat mendapatkan perlawanan oleh Kades, LSM, dan warga setempat.

Kejadian tersebut menjadi fenomenal, pasalnya Pimpinan Tim Razia Gakum KLHK, Dodi sempat menyampaikan ke beberapa media cetak dan online jika kepala Desa Cit, Ardani dan salah satu LSM menghalang – halangi proses penyitaan 2 unit Tronton dan 3 unit Excavator yang diduga milik bos tambang sekaligus pengusaha alat berat, AK yang beroperasi di kawasan hutan Dusun Mapur.

Ardani yang biasa disapa H. Dani ketika di temui di kantor desa Cit, Kamis (12/7/2018) membantah berbagai informasi dan tudingan yang menyudutkan dirinya. Dia katakan jika dirinya menghalang – halangi razia dikarenakan dia merasa hanya melakukan tugasnya sebagai Kepala Desa.
“Awalnya saya masih di kantor, dapat laporan dari warga jika warga saya ada yang ditangkap oleh pihak kehutanan. Awalnya saya tidak tahu itu adalah Tim Gakumdu KLHK, jadi saya langsung meluncur. Sesampainya di lokasi, saya temukan ada alat berat dan warga berduyun – duyun sekitar seratus orang. Ada aparat desa juga, eh saya di tanggapi meraka ( tim Gakumdu, red) menghalang – halanggi. Itu kan sepontan saya,” bantahnya.

 

Dani juga mengaku jika dirinya keberatan dengan sikap petugas Gakumdu KLHK dan sempat bersitegang dengannya.
“Memang karena razia tersebut tidak berkoordinasi dengan Kades. Jadi saya sampaikan bahwa itu ( razia) menyalahi aturan, saya memang sempat bersitegang dengan petugas dari Pusat pada saat saya turun dari mobil. Soalnya mereka memaksa supir teronton membawa teronton tersebut ke kantor, supir teronton menolak, loh kok orang menolak dipaksa, kan ada hak azazi manusia, itu spontan saya sampaikan,” terang Dani.

Disinggung menganai identitas pihak LSM yang terlibat menghalang – halangi bersama Aparatur Desa. Dani terkesan bertele – tele mengenai identitas LSM tersebut.
” Saya tidak tahu pak, tapi memang ada dulu waktu ada masalah tapal batas wilayah ( Antara Desa Cit dan Desa Mapur). LSM ini muncul, saya tidak tau itu bukan warga sini, mungkin IW (pimpinan LSM, red), dia warga sini, yang pastinya dia ada pada saat kejadian tersebut ( razia),” ungkapnya.

H. Dani juga mengklarifikasi mengenai status lahan yang dirazia dan informasi bahwa dirinya dan kantor desa menerima kompensasi dari kegiatan penambangan tersebut.
“Memang status lahan itu setau saya yang berwenang pihak Inhutani, tapi desa tidak pernah mengeuarkan surat apapun terhadap penambangan tersebut, kalau uang atau kompensasi tidak ada ke saya atau desa, tapi saya ketahui itu ke warga sekitar ada semacam mendapatkan sedekah untuk kegiatan sosial seperti 17 agustus, tournamen dan bantuan pembangunan masjid,” katanya lagi.

Diketahui wartawan bahwa IW yang disampaikan H. Dani sebagai pemimpin LSM, juga menjabat Sebagai Kepala Badan Usaha Milik Desa ( Bumdes) Desa Cit, Namun Dani juga membantah bahwa pertambangan tersebut adalah unit usaha yang di kelola Bumdes Desa Cit.
” Setau saya tidak ada uang atau unit usaha tambang itu masuk ke Bumdes, tidak ada setau saya,” imbuhnya.

 

Dari razia tersebut, telah diamankan 2 unit teronton dan 3 unit Excavator merk Hitachi oleh Pihak Gakumdu, yang diduga milik AK seorang pengusaha alat berat warga Sungailiat, dan satu orang warga Desa Cit bernama Heris Sunandar sampai saat ini masih dimintai keterangan oleh Pihak Gakumdu KLHK.

Sementara, H. Dani mengaku sudah mendapat surat panggilan resmi oleh tim Gakumdu KLHk untuk dimintai keterangan, namun dia menyayangkan petugas Gakumdu KLHK yang memanggilnya masih juga belum mengeluarkan Surat Perintah dari KLHK terkait razia tersebut.
” Saya sudah mendapatkan panggilan resmi dari mereka, besok saya akan datang, namun sebenarnya saya harus izin Bupati dulu selaku Kepala Desa, cuma sampai saat ini mereka belum mengeluarkan surat resmi dari KLHK yang saya tanyakan pada hari kejadian, katanya menyusul. Sampai sekarang belum ada, identitas mereka sebanyak 33 orang pada saat itu cuma baju dinas dan bawa senjata laras panjang, yang saya tau,” tutup Dani.

Terkait bantahan H. Dani dan pengembangan razia tersebut yang melibatkan beberapa nama perangkat desa dan LSM seperti RT, Kadus, Kepala Bumdes, pimpinan LSM, Pemilik Tambang, Pemilik Alat Berat, Koordinator Tambang dan masyarakat, termasuk Tim Gakumdu KLHK hingga berita ini diturunkan belum memberikan konfirmasi. (ikrar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.