Kapal Keruk Timah Sudah Dilelang dengan DP Miliaran Rupiah?

Hukum Lokal
Kapal Keruk Timah yang terbengkalai

 

Forumkeadilanbabel.com, Koba – Kapal keruk timah PT Kobatin yang sebagian karam di Kolong Bemban, Koba, Bangka Tengah yang notabene merupakan aset kekayaan negara itu hingga kini masih diselimuti kabut misteri dengan statusnya, apakah sudah terlelang atau dibiarkan hancur begitu saja.

Seperti dikatakan anggota DPRD Bangka Tengah, Apri Panzupi, pada Pebruari 2018 lalu memang dirinya sempat mengusulkan agar aset negara berupa kapal keruk tersebut dilelang saja daripada dibiarkan terbengkalai dan hampir karam di Kolong Bemban.

Jadi, beberapa bulan lalu informasinya pihak PT Kobatin sempat melayangkan gugatan kepada pihak Kementerian ESDM agar aset kapal keruk di Bemban itu dikembalikan ke mereka. “Hanya saja, sampai saat ini kami belum menerima informasi apapun apakah kapal keruk itu disetujui dikembalikan atau tidak ke pihak PT Kobatin,” katanya kepada wartawan, Kamis (5/7) siang.

BACA JUGA :  Komisi I DPRD Babel Kunjungi Kantor Desa Zed Guna Percepatan Pembangunan

Sementara terkait isyu merebak jika kapal tersebut indikasinya telah dalam proses pelelangan bahkan lebih jauh telah di DP miliaran rupiah oleh seorang pengusaha asal Surabaya, maka Apri Panzupi pun mengaku cukup terkejut.

“Wah, patut kita sama-sama cari tahu kejelasannya kalau sampai benar demikian. Sampai saat ini, kami belum menerima informasi apapun siapa pihak yang melelang. Bahkan, sepengetahuan kami sampai saat ini kapal keruk itu masih dalam pengawasan ESDM,” katanya.

Kendati demikian, Apri menegaskan, jika memang benar kapal keruk tersebut telah dilelang harus melalui prosedur yang jelas dan sesuai dengan ketentuan.

“Kalau memang resmi sesuai ketentuan ya silahkan saja, namun jangan sampai aset itu dilelang oleh pihak tak berkepentingan,” katanya.

BACA JUGA :  Soal Proyek Lelang Mamin Disdik Babel TA 2021, Kajati Daroe : Saya Tunggu Laporannya

Apri pun mengingatkan, jika masih ada pekerjaan rumah (PR) PT Kobatin yang masih harus diselesaikan, mulai dari tanggungjawab terhadap mantan karyawan, mitra hingga lingkungan pasca tambang.

Sementara dari narasumber yang berhubungan dengan pihak PT Kobatin yang identitasnya ingin dirahasiakan kepada awak media mengatakan, menurut informasi dari Direktur PT Kobatin aset kapal keruk yang ada di Bemban itu masih ada dan belum diapa-apakan. Bahkan dia menafik, jika aset itu telah dilelang terlebih sampai diisyukan telah ada DP miliaran rupiah dari yang disebut-sebut dari pengusaha asal Surabaya.

“Betul kata beliau (Direktur, red), kapal keruk itu belum diapa-apakan. Mohon nama saya tidak dimuat, saya hanya bantu bapak-bapak (wartawan, red) meneruskan pertanyaan,” pungkasnya. (and)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.