Wisuda Santri BKPMRI, Santri Diharap jadi Generasi Penerus yang Islami

oleh

 

 

 

 

 

 

Forumkeadilanbabel.com, Bangka – BKPRMI menggelar wisuda terhadap 2.305 santri angkatan XXV tahun 2018 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Islamic Centre, Kamis (5/7/2018).

Dalam kegiatan wisuda tersebut, BKPRMI mengharapkan santri peserta wisuda menjadi generasi penerus yang Islami guna melanjutkan kepemimpinan di masa mendatang.

Hal tersebut di sampaikan ketua DPD BKPRMI Kabupaten Bangka Hari Subari dalam sambutannya.

“Semoga lulusan ini menambah keimanan kita. Karena 10 tahun nanti santriawan santriwati ini lah yang akan mengisi warna di Kabupaten Bangka, bisa jadi mereka menjadi pegawai ekskutif, legislatif dan lainnya,” sebut Hari Subari.

Untuk itu hari mengucakpan  terima kasih kepada para wali santri dan meminta agar apa yang di dapat selama menempuh pendidikan di BKPMRI dapat di jaga

BACA JUGA :  Begini Tanggapan Wali Kota Molen Terhadap Tiga Raperda Kota Pangkalpinang

” Kami berterimakasih kepada orang tua/wali santri yang mempercayakan BKPRMI sebagai tempat mendidik anak anak mereka sehingga anak anak ini dapat membaca dan menjaga Al – quran. Mohon bacaan anak – anak dijaga karena wisuda hari ini bukan akhir dari semuanya tetapi awal dari semuanya,” sebut Hari.

Pesan senada juga disampaikan Tarmizi Saat selaku Bupati Bangka yang selalu memberi dukungan moril maupun materil kepada Santri – santri BKPMRI.

“Ini generasi ke depan yang kita siapkan. Kita  jangan lahirkan pemimpin traksaksional tetapi kita siapkan pemimpin yang transformasional, ini kita siapkan kepada mereka. Al Quran tidak hanya sekedar dibaca tetapi harus dijaga dengan cara menghafalkan Al Quran,”  ujar Tarmizi.

BACA JUGA :  Kemana Ucapan Karangan Bunga Selamat Berpisah dan Terimakasih Tertuju

Ia pun berharap kepada BKPRMI Bangka agar setelah wisuda jangan sampai para santri tidak tahu lagi pelajaran Islami. Yang paling penting setelah wisuda para santri juga tahu tentang mandi junub, mandi jenazah dan fardu kifayah.

“Karena mereka akan berumah tangga nanti, ini penting. Jangan sampai mak e mati nanti mereka dak bisa mandi jenazah, anak tiga gak tau juga mandi junub. Mari dalam moment kegiatan hari ini kita tanamkam ke anak kita tidak melahirkan pemimpin yang transaksional, jangan sampai nanti jadi kades nyogok, jadi RT nyogok,”  pesan Tarmizi. (Ikrar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.