Dr. Binsar M Goeltom, SH, MH Hakim Multitalenta yang Serba Bisa

Lokal Opini

 

Forumkeadilanbabel.com, Bangka Belitung — Masih ingat sosok hakim yang menyidangkan kasus kopi maut sianida dengan terpidana Jesica Kumala Wongso, beberapa tahun yang lalu. Sang hakim yakni Dr. Binsar M Goeltom, SH, MH, yang kini dipromosikan bertugas di Pengadilan Tinggi Bangka Belitung ternyata sosok hakim yang multitalenta alias serba bisa. Wartawan Forumkeadilanbabel.com, berkesempatan berkunjung ke rumah dinasnya di Pangkalpinang, Rabu, (4/7), Binsar ternyata pehobi tanaman. Tanaman berukuran kecil alias bongsai menghiasi pelataran teras depan rumah, dengan model lekukan yangu apik yang berasal dari berbagai jenis tanaman. “Kalau saya pindah (tugas) dimanapun saya berkarya, hati dan pikiran saya disitu. Karena disitulah kita mencari nafkah,”ujar Binsar yang memperlakukan rumah dinas seperti rumahnya sendiri yang kemarin terlihat asri.

 

Mengawali obrolannya, ternyata Sang Hakim ini tidak hanya melanglangbuana berkutat di dunia hakim. Binsar juga tercatat sebagai Dosen Pasca Sarjana mengajar hukum pidana pada Universitas Esa Unggul, Jakarta Barat. Mulai dari mata kuliah seperti Kapita Selekta Hukum Pidana, Legal Resining dan Ham. Bahkan saat ini Hakim Binsar sedang dipersiapkan untuk proses guru besar alias Profesor.

 

Selain itu di luar jam tugas, ia juga aktif sebagai pendeta dan khutbah di berbagai gereja di Indonesia yang berkesempatan ia kunjungi. Hal yang tak kalah menarik, sosok hakim yang hobi olahraga joging dan main tenis ini, ternyata penulis buku handal. Setidaknya ada lima judul buku hasil karyanya yang sudah diterbitkan oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama.

 

Hasil karya bukunya yang baru-baru ini laris terjual adalah buku tentang Pandangan Khusus Hakim Terhadap Tes Keperawanan Terhadap Wanita Sebelum Menikah. Berprofesi sebagai penulis buku, bakat sang Hakim ini sudah terasah dibuktikan dengan kesibukannya sebagai penulis di media cetak nasional, termasuk menjadi redaktur dan sekretaris pada majalah terbitan Badan Peradilan Mahkamah Agung RI.

” Saya berusaha untuk serba bisa. Jadi hakim saya berusaha untuk profesional, berkualitas, berbobot dan berkarakter untuk bersidang. Karena hakim punya seni untuk menggali fakta hukum sehingga terwujud kebenaran materil. Sehingga putusan hakim tidak pernah salah, dan menjadi putusan terbaik berdasarkan hukum dan keadilan. Itulah kekuatan Binsar sehingga tidak mudah terpengaruh dan dipengaruhi dalam membuat putusan,” ujar pria yang memiliki motto dalam hidup ini selalu mengutamakan kedekatan dengan Tuhan Allah dan sehat. Selamat menjalankan profesi Pak Hakim dan sukses selalu dalam berkarir.(Rudy/Romli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.