Setelah Diberitakan Akhirnya Alfis Diterima dan Dirawat Di Puskesmas Jebus

Hukum Lokal
Puskesmas Jebus

 

Forumkeadilanbabel.com, Jebus – Setelah diberitakan di forumkeadilanbabel.com beberapa waktu lalu, Alfis warga desa Mislak, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat yang diduga sempat ditolak oleh 3 (tiga) orang pegawai yang bertugas di Pusat Kesehatan Masyarakat ( Puskesmas) Jebus tanpa dilakukan pemerikasaan kesehatan terlebih dahulu pada Senin, 11 juni 2018, akhirnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Jebus pada Senin (18/6/2018).

Alfis, pasien yang diduga terserang gejala tipes saat ini sudah diterima dan dirawat di Puskesmas Jebus.

Dirawatnya Alfis di Puskesmas tersebut dibenarkan oleh Kepala Puskesmas Jebus, Yudistira Panjaitan setelah dikonfirmasi via WA masangger oleh forumkeadilanbabel.com, Sabtu (23/6/2018).

“Betul Alfis sudah di rawat di Puskes Jebus, Hari senin sore pak Alfis dirawat di Puskesmas, sedang dalam perawatan,” kata Yudistira menjawab konfirmasi forumkeadilanbabel.com terkait kebenaran kabar yang menyebutkan jika Alfis saat ini sedang dirawat di Puskesmas Jebus.

 

Ditanyakan mengenai kebenaran dugaan penolakan pasien Alfis, dan tindak lanjut Dinas Kesehatan ( Dinkes) Bangka Barat terkait dugaan tersebut, Yudistira menganggap jika hal tersebut terjadi lantaran miss komunikasi, dan pihaknya sudah menindak lanjuti setiap keluhan dari masyarakat.

” Setiap keluhan dari masyarakat pasti ditindak lanjuti pak, Saya memanggil dan melakukan pemeriksaan secara internal adanya miskomunikasi,” ujarnya.

 

Sementara itu, dokter Masni, satu – satunya dokter di Puskesmas Jebus sekaligus yang menangani perawatan kesehatan Alfis, saat dikonfirmasi mengenai kondisi kesehatan pasien. Dirinya tak bersedia untuk memberikan penjelasan karena hal itu Standar operasional prosedur ( S.O.P) nya bersifat rahasia.

“Mohon maaf sebelum nya pak, bapak bisa menguhubungi atasan saya kalo masalah kronologis pasien sampai mendapatkan perawatan di puskesmas, semua sudah saya jelaskan ke beliau. Untuk rekam medis yang menyangkut diagnosa, maupun kondisi pasien mohon maaf saya tidak bisa menjelaskan di sini karena secara SOP, rekam medis bersifat rahasia pak. Saya akan buka jika ada pendampingan dari atasan saya dan dinas kesehatan. Mohon pengertiannya pak,” kata dr. Masni menjelaskan.

Sementara ini kondisi kesehatan Alfis yang terpantau, semenjak dugaan adanya penolakan di Puskesmas Jebus, kondisi kesehatannya terus menurun dan dinyatakan gajala tipes oleh 2 faskes kesehatan / dokter praktek tempat Alfis berobat sebelum dirawat di Puskesmas Jebus.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepala Dinkes Bangka Barat Drg Akhmad Syaiffdudin belum memberikan keterangan resminya terkait responnya terhadap buruknya kinerja 3 (tiga) orang pegawai Puskesmas Jebus yang sempat melakukan penolakan terhadap Alfis yang saat itu hendak melakukan pengobatan di Puskesmas Jebus beberapa waktu lalu.

Ikrar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.