PENYEBAB DAN PELAKU PENCEMARAN LIMBAH MINYAK DI SEPANJANG PANTAI MATRAS — TONGACHI HINGGA KINI BELUM BERHASIL DIUNGKAP

Kriminal Lokal

Forumkeadilanbabel.com, Sungailiat — Penyebab dan pelaku pencemaran air laut pantai sepanjang pantai Matras, Batu Bedaun hingga pantai Tongachi sampai saat ini belum berhasil diungkap pihak kepolisian resort (Polres) Bangka.

Demikian disampaikan Kapolres Bangka, Akbp Budi Ariyanto melalui Kasat Pol Air Polres Bangka, Akp. Alviadi kepada forumkeadilanbabel.com.

“Hingga saat ini penyebab limbah yang sudah mencemari kawasan Pantai Tongachi dan sekitarnya, belum bisa dipastikan berasal dari mana dan siapa pelakunya. Kami terus melakukan penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan terkait temuan tersebut dan berharap jika ada informasi di masyarakat kiranya dapat menghubungi pihak kami karena sekecil apapun informasi itu sangat berarti bagi kami untuk membuat terang peristiwa tersebut,” ungkap Akp Alviadi via pesan WA messenger, Sabtu (16/6/2018).

Diketahui sebelumnya, pantai Matras dan pantai Batu Bedaun hingga pantai Tongaci Sungailiat dicemari cairan hitam sejenis oli bekas yang diduga berasal dari kapal yang melakukan penambangan di sekitaran perairan laut Sungailiat.

Akibat adanya kejadian tersebut, pihak pengelola pantai Tongaci bersama Pol Air Polres Bangka dan Team Inafis sempat melakukan identifikasi terkait banyaknya limbah berupa cairan hitam yang mencemari pantai sepanjang pantai Matras, Batu Bedaun hingga pantai Tongaci, Kamis (15/6/2018).

Abi, selaku pengelola di Pantai Wisata Tongachi kepada wartawan mengatakan jika pihaknya sangat dirugikan dengan adanya limbah minyak hitam tersebut.

“Kami selaku pengelola sangat dirugikan dengan adanya kejadian ini. Namun jika ditanya siapa pelakunya, terus terang kami pun belum mengetahui siapa yang telah membuang limbah minyak itu,” kata Abi kesal.

Abi berharap kepada teman-teman yang tempat mencari rezeki di laut untuk tidak membuang limbah minyak hitam ke laut.

“Apakah itu nelayan kecil atau nelayan besar besar yang mengunakan mesin sebagai pendorong perahu atau kapal supaya tidak membuang limbah minyak apa saja bentuknya ke laut, demi menjaga ekosistem yang ada di laut ataupun di pesisir pantai. Mari kita dijaga ekosistem laut ini jangan sampai merusak alam,” harapnya.

Dia menambahkan jika pantai Tongachi yang dikelolanya itu sudah masuk kategori salah satu nominasi tujuh besar sebagai tempat edukasi terbaik se Indonesia

“Pantai Tongachi ini kan sudah masuk kategori dari salah satu nominasi tujuh besar, dalam rangka nominator tujuh tempat indukasi terbaik se-Indonesia,” imbuhnya.

Terkait tercemarnya pantai Tongachi, Abi pun berharap kepada teman-teman media, Walhi, pencinta alam, pejabat pemerintah terkait dan Bupati Bangka serta Gubernur Erzaldi untuk segera turun meninjau tempat wisata Tongachi dan sekitarnya yang sudah di cemari oleh limbah minyak itu.

Ibrahim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.