Gubernur Erzaldi Bersama Kapolda Turut Serta Meriahkan Peringatan 7 Likuran Desa Mancung

Lokal Seremonial
Forumkeadilanbabel.com, Kelapa — Peringatan 7 likur kembali digelar di Desa Mancung Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat seperti tahun tahun sebelumnya, namun peringatan 7 likur tahun ini lebih meriah dan lebih semarak dari tahun tahun sebelumnya. Bahkan peringatan 7 likur  kali ini menjadi lautan manusia yang hadir untuk melihat secara dekat tradisi turun menurun yang terus dilestarikan masyarakat Desa Mancung Kecamatan Kelapa, Bangka Barat.

Puluhan ribu manusia tertumpa ruah di lapangan terbuka untuk menyaksikan rangkaian kegiatan peringatan 7 likur di Desa Mancung pada Senin (11/6/2018) malam.

Para petinggi dari Provinsi Bangka Belitung dan para petinggi di Kabupaten Bangka Barat, juga tak ketinggalan untuk menyaksikan kesemarakan dan kemeriahan peringatan 7 likur yang diperingati 27 Ramadhan pada tahun 2018 yang turut di meriahkan oleh artis Ibu Kota yang berasal dari Desa Mancung yakni Gamma Band.

BACA JUGA :  Residivis Kasus Pencurian dan Penggelapan Kembali Diamankan Tim Buser Naga

 

Gubernur Provinsi Bangka Belitung H Erzaldi Roesman Djohan beserta Kapolda Babel Brigjend Pol Drs Syaiful Zahri dan Danrem GAYA Kolonel Inf Dadang Arif Abdulrahman yang diwakili Kepala Seksi Teritorial ( Kasiter), Letnan kolonel inf Suhardi malam itu sepertinya sangat menikmati acara peringatan api 7 likur sehingga turut serta bersama sama menghidupkan api 7 likur. Demikian halnya pejabat  dari pemkab Bangka Barat, Bupati H Parhan Ali, Kapolres AKBP Firman Andreanto dan Sekda Babar H Yunan Helmi juga ambil bagian dalam acara peringatan api 7 likur di Mancung.

Pelaksanaan peringatan 7 likur tahun ini di desa Mancung tentunya sangat berkesan bagi yang hadir pada acara tersebut. Hal ini disampaikan oleh salah satu perwira menengah dilingkungan Korem 045/Gaya Berpangkat Melati dua jabatan Kepala Seksi Teritorial ( Kasiter), Letnan kolonel inf Suhardi yang berkesempatan hadir mewakili Danrem Gaya Kolonel Inf Dadang Arif Abdulrahman.
Menurut Suhardi peringatan 7 likuran yang disaksikan pada Senin (11/6/2018) malam merupakan pelestarian budaya, pemasangan lampu tradisional didepan rumah dan menghias gapura dengan lampu kuno yang menampakan suatu pemandangan sangat indah yang tak kalah dengan gemerlapanmya lampu penjor yg dijual di toko elektronik di Jaman Modern saat ini.
“Betul betul berkesan, rasa Semangat Gotong Royong dalam pengadaan gapura, pemasangan lampu dari botol Kratengdaeng yang diisi minyak tanah sampai menghidupkannya dengan cara bekerjasama. Ini semua menunjukkan betapa kentalnya sifat kegotongroyongan melekat di desa tersebut,” ungkap Suhardi.
Suhardi menambahkan peringatan 7 likur merupakan wujud rasa syukur dan rasa gembira menyambut hari raya dimalam ke 27 yang dinikmati seluruh masyarakat Desa Mancung dan sekitarnya yang disertai panggung hiburan rakyat.
Sebagai anggota TNI, dia pun berharap  budaya 7 likuran tetap dijaga dan dilestarikan sebagai Wahana Wisata khas daerah Babel.
“Kedepan budaya 7 likuran diharapkan bisa berkembang di desa maupun di kecamatan lainya khususnya di Wilayah Babel,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.