Kasatker PS PAM Abdillah Dilaporkan Ke Kejati Babel

Hukum Lokal
Ilustrasi

FORUMKEADILANBABEL.COM, PANGKALPINANG — Kepala Satker PS PAM Provinsi Babel, Abdillah sepertinya dalam waktu dekat ini harus berurusan dengan penyidik Pidsus Kejati Babel. Pasalnya Abdillah dilaporkan oleh ketua LSM Laskar Anti Korupsi (LAKI) Pejuang 45 Provinsi Bangka Belitung atas dugaan adanya kecurangan dan persekongkolan dalam penetapan pemenang lelang di 7 kegiatan PS PAM Provinsi Babel tahun 2018.

Dalam surat laporan yang disampaikan Amin ke pihak Kejati Babel terungkap dugaan adanya perbuatan melawan hukum yang dilakukan Kasatker PS PAM Provinsi Babel, Abdillah dalam penetapan pemenang lelang sebanyak 7 paket lelang kegiatan PS PAM Provinsi Babel tahun 2018.

Tidak hanya Abdillah, dalam surat laporan aduan LSM LAKIP45 Babel tersebut juga menyebutkan kecurangan dan persekongkolan dalam penetapan pemenang pada 7 paket lelang tahun 2018 oleh beberapa orang termasuk PPK, PPTK dan Pokja/ panitia lelang. Oleh karenanya, Amin meminta pihak Kejati untuk melakukan pemeriksaan kepada Abdillah selaku Pengguna Anggaran ,  PPK/ PPTK, Pokja/ panitia dan Tito, Yopi serta Andre selaku pemilik perusahaan penyedia pipa paralon.

Menurut Amin, lelang 7 paket pekerjaan milik Satker PS PAM tahun 2018 sangat kental unsur persekongkolannya dimana pihak Pokja dalam memberikan persyaratan sangat berat untuk dipenuhi peserta lelang lainnya. Lantaran persyaratan tersebut hanya dimiliki oleh satu perusahaan yakni milik Andre.

“Sedangkan perusahaan milik Andre ini justru hanya akan memberikan barang yang merupakan persyaratan tersebut ke satu peserta saja diduga atas arahan Kasatker PS PAM Babel, Abdillah melalui kordinasi dengan Tito, sehingga otomatis peserta lainnya berguguran dan hanya satu peserta yang dinyatakan lolos yakni peserta yang sudah diatur sebelumnya oleh Abdillah melalui Tito,” terang Amin seperti yang dituangkan dalam surat laporannya ke Kejati Babel, Jum’at (8/6/2018).

Lalu siapa Tito? Amin menyebutkan Tito bukan sales perusahaan pipa, gate valve dan pompa namun Tito lah yang mengurusi dalam memberikan dukungan pipa, gate valve dan pompa Gront Fust kepada calon pemenang, dia bukan pula pokja/panitia lelang namun Tito sangat kuat pengaruhnya untuk menentukan pemenang lelang di satker PS PAM Babel karena Tito sendiri sudah diberikan wewenang oleh Kasatker Abdillah.

Oleh karena kuatnya indikasi kecurangan dan persekongkolan atas pengaturan pemenang lelang di 7 paket lelang kegiatan PS PAM tahun 2018 ini, Amin meminta pihak Kejati untuk segera memeriksa pihak terkait.

“Diantaranya, Kasatker Abdillah selaku PA, PPK, PPTK, Tito tangan kanan Abdillah, Yopi seorang honorer yang bertugas menyiapkan SKT untuk calon pemenang dan Andre pemilik perusahaan pipa paralon yang hanya memberikan dukungan kepada calon pemenang. Juga memeriksa semua direktur perusahaan pemenang lelang kegiatan di Satker PS PAM Babel tahun 2018 terkait dugaan adanya transaksi jual beli proyek oleh direktur perusahaan /sub kont kegiatan kepada orang lain. Dimana hampir semua kegiatan diberikan kepada orang lain di luar perusahaan pemenang,” ungkapnya.

Hal ini sangat bertentangan dengan Perpres dan Undang undang di NKRI.

“Hal ini sudah sangat meresahkan bagi para kontraktor lainnya. Sangat tidak adil dan tidak ada persaingan sehat didalamnya. Yang ada cuma kecurangan dan monopoli oleh perusahaan pemenang serta dugaan adanya fee hingga 40 persen dari perusahaan pipa paralon untuk pejabat terkait. Ini harus dihentikan dan tidak boleh dibiarkan. Kita akan kawal kasus ini hingga tuntas dan surat laporan ini juga sudah kita tembuskan ke KPK, Jaksa Agung, JAM Pidsus, LKPP, dan Kapolda Kep. Babel serta ke Ketua DPRD Babel,” tandasnya.

Sementara itu, pihak Abdillah belum bersedia memberikan tanggapannya terkait adanya laporan dugaan perbuatan melawan hukum pada lelang 7 kegiatan PS PAM Provinsi Babel.

“Nanti ya, saya berikan tanggapan,” jawab Abdillah ketika dikonfirmasi via WhatsApp, Sabtu (9/6/2018).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.