Foto: Kabag Ops Polres Bangka, Kompol Sophian

BERKAS PERKARA BOS TIMAH SUNFO SUDAH P21

Hukum Lokal
Tim dari anggota Polda Ke. Babel dan Polres Bangka berhasil menemukan BB berupa pasir timah sebanyak 1,4 ton di gudang milik Sunfo di Belinyu.

 

FORUMKEADILANBABEL.COM, BANGKA — Berkas perkara kasus kepemilikan timah ilegal dengan tersangka Sunfo (bos timah, red) asal Belinyu kabarnya hingga kini belum diterima pihak Kejari Bangka.

Demikian dikatakan kepala kejaksaan negeri (Kejari) Bangka, Supardi melalui Kasi Pidum Kejari Bangka, Retni ketika dikonfirmasi terkait pelimpahan berkas perkara tersangka Sunfo.

“Belum. Kita belum menerima pelimpahan berkas perkara tersangka Sunfo,” ungkap Retni via pesan mesenger WhatsAp (WA) Kamis (31/5/2018).

Senada Kabag Ops Polres Bangka, Kompol Syarif Sophian seizin Kapolres Bangka, Akbp Budi Ariyanto mengakui berkas perkara  Sunfo belum dilimpahkan namun sudah  P21, rencana minggu depan baru akan dilimpahkan ke Kejaksaan.

“Perkaranya sudah P21, Insya Allah minggu depan akan dilimpahkan ke JPU,” jawab Sophian via pesan singkat, Kamis (31/5/2018).

Seperti diketahui perkara kasus Sunfo ini sempat menyedot perhatian publik. Pasalnya setelah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) selama 9 bulan, akhirnya pada tanggal 11 April 2018 Sunfo menyerahkan diri ke Polres Bangka. Namun setelah menjalani pemeriksaan selama 1 × 24 jam, Sunfo yang terjerat kasus kepemilikan pasir timah ilegal sebanyak 1.471 Kg atau 1.4 ton ini justru tidak dilakukan penahanan rutan oleh penyidik Polres Bangka.

Foto: Kabag Ops Polres Bangka, Kompol Syarif Sophian.

Kapolres Bangka AKBP Budi Ariyanto, melalui Kabag Ops Kompol Syarif Sophian, berpendapat yang bersangkutan (Sunfo, red) dialihkan  penahanannya menjadi Tahanan Rumah, lantaran keluarganya telah menyampaikan bahwa yang bersangkutan memiliki riwayat sakit.

“Sunfo menyerahkan diri tanggal 11 April 2018. Setelah sempat ditahan selama 1 x 24 jam, selanjutnya yang bersangkutan dialihkan jenis penahanannya menjadi Tahanan Rumah, karena keluarga menyampaikan bahwa yang bersangkutan memiliki riwayat sakit,” ungkap Kompol Sophian beberapa waktu lalu.

Kasus yang menjerat Bos Timah asal Kota Panji Belinyu ini bermula dari  penggerebekan gudang timah miliknya pada tanggal 3 Juni 2017 lalu, oleh anggota Reskrim Polres Bangka. Penggerebekan dilakukan setelah pihak Polres Bangka mendapat informasi, bahwa ada penampungan pasir timah yang diduga dari hasil penambangan ilegal di kawasan Hutan Lindung wilayah Kecamatan Belinyu.

Lalu kemudian polisi melakukan penyelidikan dan langsung mendatangi gudang yang berada di kediaman Sunfo di kota Panji Belinyu dan menemukan pasir timah dan timbangan di dalam gudang. Polisi pun langsung mengamankan semua BB tersebut ke Polres Bangka sementara Sunfo sendiri saat itu tidak diketahui keberadaannya hingga pihak Polres Bangka memasukannya ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.