LAGI, JAKSA PERIKSA ANAK BUAH SOLEH TERKAIT KASUS DUGAAN KORUPSI KOMPUTER UNBK

Hukum Lokal

 

FORUMKEADILANBABEL, PANGKALPINANG – Jaksa Penyidik Kejati Babel dalam mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pengadaan komputer UNBK TA 2017 nampaknya makin serius. Setelah kepala dinas pendidikan (Diknas) Bangka Belitung, M Soleh diperiksa secara intensif oleh penyidik Kejaksaan Tinggi minggu lalu, kemarin giliran anak buahnya yang diperiksa atas dugaan korupsi proyek pengadaan komputer UNBK TA 2017. Tiga PNS yang terperiksa itu merupakan panitia pengadaan, masing-masing: Alfisyah, THolip dan Doni.

Pemeriksaan tersebut dibenarkan Kepala seksi penyidikan, Wilman Ernaldy. Namun sayangnya Wilman tidak menjelaskan detil materi pemeriksaan. “Betul kita lanjutkan pemeriksaannya. Kali ini giliran 3 PNS sekaligus panitianya, mereka bawahan dari M Soleh,” kata Wilman.

Dalam pantauan, 3 PNS tersebut diperiksa di ruangan penyidikan lantai satu gedung Pidsus Kejati Babel. Mereka diperiksa di ruangan berbeda. Dimana  Alfisyah nampak diperiksa di ruangan pertama dengan jaksa penyidik seorang perempuan. Sedangkan 2 rekanya diperiksa oleh jaksa laki-laki. Pemeriksaan sendiri berlangsung sejak pagi hingga sore hari.

BACA JUGA :  Rudianto Tjen Sebut Destar Depati Amir Layak Dipromosikan sebagai Oleh-oleh Khas Bangka

Guna mendalami penyidikan tim penyidik juga sudah melakukan pemeriksaan-pemeriksaan terhadap unit-unit komputer yang sudah diterima sekolah-sekolah SLTA. Adapaun di antara sekolah yang sudah diperiksa itu berlokasi di wilayah Sungailiat. Dalam waktu dekat giliran sekolah-sekolah lainya juga akan diperiksa sama.

Dari pemeriksaan di sekolah sekolah penerima bantuan komputer UNBK TA 2017 ditemukan memang ada beberapa komputer tersebut tidak bisa difungsikan.

“Banyaklah yang ditanya-tanya para jaksanya. Kita akui saja, ini barang kita terima dari pemerintah. Terkait ada yang tidak berfungsi kita sampaikan juga, dan kita tunjukan barangnya,” ucap sumber yang minta namanya tak diespos.

Diketahui sebelumnya, guna mengungkap dugaan adanya tindak pidana korupsi pada proyek pengadaan 1.160 unit komputer UNBK TA 2017 pihak penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap kepala Diknas Babel, M Soleh. (23/5/2018). Soleh diperiksa dari pukul 09.00 WIB hingga sore hari di gedung Pidsus. Dalam proyek ini Soleh menjabat selaku Pengguna Anggaran (PA) sekaligus merangkap sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Padahal informasi yang didapat sedikitnya ada 12 personil di Diknas Babel memiliki sertifikasi untuk jabatan PPK.

BACA JUGA :  Gelar Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2021, Ini Harapan Ketua Yayasan Bahrul Ulum, Ujang Fahrial

Baca juga: https://forumkeadilanbabel.com/2018/05/29/kadisdik-babel-sumpah-satu-sen-pun-tidak-ada-aku-terima/

Pengadaan komputer UNBK, server dan UPS TA 2017 yang dilaksanakan Diknas Babel memang selama ini tuai sorotan. Untuk tahun 2016 saja biayanya sangat besar yakni senilai Rp 40 milyar dan tahun 2017 sebesar Rp 13 milyar untuk pengadaan sebanyak 1.160 unit komputer, server dan UPS.

Dengan gencar gencarnya pemberitaan soal ketidak beresan unit-unit komputer untuk   SLTA se-Bangka Belitung akhirnya pihak Kejati melakukan pengusutan guna mengungkap adanya dugaan tipikor pada pengadaan komputer UNBK tersebut.

Beberapa temuan indikasi adanya tipikor dalam proyek pengadaan komputer tersebut antara lain, pihak kontraktor yakni PT BMD yang beralamat  di kawasan Sunter, Jakarta, diduga telah melakukan mark up berupa penggelembungan  pada ongkos kirim yang mencapai Rp 400 ribu per unit PC all in one. Juga spek barang termasuk program windows mikrosof yang diduga bajakan. Termasuk juga adanya dugaan dua oknum dewan yang disebut sebut mendapatkan fee dari perusahaan pemenang tender.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.