BI PERWAKILAN BABEL SOSIALISASI GPN KEPADA AWAK MEDIA

Lokal Seremonial

 

 

FORUMKEADILANBABEL.COM, PANGKALPINANG — Kepala  Perwakilan Bank Indonesia Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tantan Heroika mengundang para awak media dalam acara sosialisasi Gerbang Pembayaran Nasional (GPN), Senin (28/5/2018)

Dalam kesempatan itu, Tantan menjelaskan bahwa GPN adalah  sistem yang terdiri atas standar swiitching , service yang dibangun melalui seperangkat aturan dan mekanisme ( arrangement) untuk mengintegrasikan berbagai insrument dan kanal serta langkah terobosan sistem pembayaran non tunai yang terintegrasi.

“Dengan adanya GPN nantinya masyarakat akan terbiasa bertransaksi dengan menggunakan transaksi elektronik yang aman berkualitas dan efisien, tentunya dibantu oleh para awak media baik media online, cetak maupun eletronik untuk menyebarluaskan informasi GPN ini,” ungkap Tantan.

Kepala  Perwakilan Bank Indonesia Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tantan Heroika.

Ditambahkan Tantan bahwa GPN sendiri dasar pertimbangannya adalah yang pertama, mewujudkan sistem pembayaran nasional yang lancar aman efisien dan handal dalam membangun ketahanan pengembangan serta meningkatkan daya saing ketahanan.

BACA JUGA :  Dialog 21 TVRI, Gubernur Erzaldi Sampaikan Kebijakan PPKM

“Lalu yang kedua, ampu memproses seluruh transaksi pembyaran ritel domestik secara interkoneksi dan interoperabilitas serta ketiga, memenuhi kebutuhan masyrakat dalam bertransaksi nontunai,” imbuhnya.

Disinggung soal uang yang sudah beredar dibulan Romadhan jelang Idul Fitri khususnya dalam penukaran uang receh. Tantan katakan dalam 12 hari di bulan Romadhan ini sudah hampir mencapai 400 Milyar penukaran.

“Dan yang disenangi masyarakat pecahan kecil- kecil dari dua ribu – lima ribu- sepuluh ribu hingga yang dua puluh ribu rupiah dan kita sudah mengerahkan semua yang kita miliki termasuk kas keliling yang berkerjasama dengan mobile perbangkan pelayanan kas titipan, itu dilakukan dan frekuensinya semakin meningkat, puncaknya H -4,” beber Tantan panjang lebar.

BACA JUGA :  Gubernur Erzaldi: Pemerintah Ingin Masyarakat Terlindungi

Tantan juga menghimbau kepada masyarakat, dengan meningkatnya perputaran ekonomi tentunya inflasi juga meningkat, untuk mengendalikan inflasi dihimbau agar masyarakat berbelanja bijak yakni berbelanja sesuai kebutuhan.

“Berbelanjalah dengan bijak sesuai kebutuhan, inflasi bisa terkendali.
Begitu juga uang sebagai alat tukar harap bisa dijaga, dirawat dengan baik, hingga tingkat kelusuhannya menjadi minim,” demikian himbauannya.

Terkait Gpn sendiri, ini baru pertama kali disosialisasikan, secara bertahap  ada sekitar 400 ribu kartu yang akan dicetak di seluruh perbangkan, ketika kartu- kartu ekspired akan diganti dengan kartu yang baru dan  otomatis diganti dengan yang sudah berlogo GPN.

Targetnya Sampai tahun 2022 semua masyrakat sudah memegang kartu tersebut .

BACA JUGA :  Perda No 1 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Mineral Ikutan dan Produk Samping Timah, Ternyata Sudah Tidak Berlaku Lagi

Hal ini tidak berpengaruh terhadap inflasi justru mendorong karena yang namanya perputaran uang akan lebih cepat dan tidak ada rintangan dan transaksi bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

“Tantangannya sudah pasti yang namanya uang elektronik perlu harus disosialisasikan contoh melalui bansos, bantuan nontunai hingga bagaimana masyràkt terbiasa dengan uang elektronik (uang dalam bentuk kartu) ini harus gencar mensosialisasikanya agar layanan perbangkan menyentuh seluruh lapisan masyarakat dan mendorong pihak pemerintah untuk bertransakasi via kartu (uang elektonik) di tahun 2018. Pemerintah diharapkan semua transaksi hendaknya dilakukan secara elektronik,” pungkasnya. (Baim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.