HNSI Bersama Masyarakat Pesisir Kabupaten Bangka Sepakat Lawan Aksi Terorisme

Lokal Seremonial

FORUMKEADILANBABEL.COM, SUNGAILIAT — Lebih dari 2000 masyarakat pesisir dan nelayan, Sabtu (12/5/2018) malam sepakat mengeluarkan pernyataan anti hoax di sela sela acara tabligh akbar dan doa bersama masyarakat pesisir dan nelayan dalam bingkai kebinnekaan jilid II di halaman depan kantor pelabuhan lingkunan Parit Pekir Sungailiat.

Selain pendeklarasian anti hoax, masyarakat pesisir dan nelayan juga menyatakan sikap melawan tindak kejahatan teroris karena mengancam keselamatan, keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat.

“Selain pernyataan deklarasi anti hoax 2.000 nelayan dari beberapa sentra produksi dan jenis alat tangkap ini, Sabtu (12/5/2018) malam sepakat menyerukan melawan tindak kejahatan terorisme,” demikian rilis yang dikirimkan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Kabupaten Bangka, Ridwan ke redaksi forumkeadilanbabel.com, Selasa (15/5/2018).

BACA JUGA :  Apresiasi Kinerja Polres Pangkalpinang Tangkap "Sang Predator", Aliansi Pemuda Pangkalpinang Minta Pelaku Dihukum Seberat-Beratnya!

Ridwan menegaskan, secara kompak nelayan bersama Polri dan TNI, melawan kejahatan teroris guna terciptanya kerukunan antar umat beragama di NKRI.

“Tidak ada alasan bagi para masyarakat pesisir dan nelayan untuk tidak melawan kejahatan teroris yang dapat mengancam siapa saja, dan kita sepakat tidak akan takut dengan pelaku kejahatan teroris yang saat ini sedang meneror rakyat dan bangsa Indonesia dengan cara melakukan bom bunuh diri di beberapa tempat,” kata Ridwan dalam menyikapi situasi pasca kejadian bom bunuh diri di beberapa tempat di Surabaya.

Umtuk itu dirinya selaku ketua dewan pimpinan cabang (DPC) himpunan nelayan seluruh Indpnesia (HNSI) Kab. Bangka, meminta masyarakat Kabupaten Bangka khususnya masyarakat pesisir dan nelayan untuk bersatu bersama Polri dan TNI dalam menjaga kedamaian dan kerukunan umat beragama jangan terpancing dengan isu pemecah belah kerukunan umat beragama.

BACA JUGA :  Penjualan Mobil Wuling Melejit di Bangka

“HNSI Bangka mengutuk keras pelaku bom bunuh diri, agama tidak ada yang mengajarkan untuk membunuh dan pelaku pengeboman tidak dibenarkan dalam agama manapun. Untuk itu mari bersama Polri dan TNI bersatu melawan segala bentuk ancaman untuk disintrgrasi bangsa dan mari bersama-sama menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. NKRI harga mati,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.