Kemas Berharap PT Timah Dan Pemprov  Beri Dukungan

Lokal Seremonial
F
Foto: Kadis Pertanian Kab. Bangka, Kemas Arfani Rahman

Forumkeadilanbabel.com, Sungailiat — Program pengolahan pupuk organik hayati (POH) yang dilaksanakan Dinas Pertanian Kab. Bangka patut mendapat dukungan dari berbagai pihak. Pasalnya program ini merupakan solusi yang tepat dalam mengatasi berbagai penyakit tanaman dan meningkatkan hasil panen petani se Bangka Belitung.

Demikian dikatakan kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka, Kemas Arfani. Menurutnya pupuk organik hayati (POH) sangat berguna untuk menguraikan bahan organik dan bahan kimia dalam tanah.

“Selain itu POH juga dapat  menstimulasi tanaman agar lebih cepat menyerap pupuk sehingga tanaman mempunyai ketahanan. Karena sudah ada imunnya. Nah imun inilah yang menentukan tanaman terkena penyakit atau tidak. Maka ketahanan tanaman itu akan lebih kuat kalau imunnya juga kuat. Nah POH ini berfungsi untuk memberikan imun yang kuat pada tanaman,” kata Kemas kepada forumkeadilanbabel.com di kantornya, Jum’at (11/5/2018).

BACA JUGA :  Soroti Lelang Jabatan Kadis PUPR Babel, Zainuddin Pay: "Berdayakan Putra Daerah Babel yang Mumpuni"

Ditambahkannya, pupuk organik hayati (POH) selain meningkatkan ketahanan tanaman juga lebih mengutungkan dari segi pembiayaan serta ramah lingkungan dibandingkan dengan pupuk kimiawi buatan.

“POH adalah inovasi tehnobiologi dengan menggunakan mikroba unggul Indonesia , aman bagi manusia dan lingkungan, serta bebas kontaminasi,” imbuhnya

Hal itu dikatakan Kemas mengingat POH adalah hasil penelitian dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), sedangkan dirinya hanya melaksanakan amanat dari lembaga tersebut untuk mengembangkannya.

“Ya kita hanya melaksanakan amanat dari LIPI untuk mengembangkan POH ini, dimana sebelumnya sudah ada kerjasama antara pemkab Bangka dengan LIPI di tahun 2015 terkait pengelolaan hutan Rembawang di Dalil. Nah yang kita kembangkan program POH nya dan alhamdulillah hasilnya sudah ada 7 desa di Kabupaten Bangka ini yang melaksanakannya,” ujarnya.

BACA JUGA :  Hasanudin Harap Dengan Dicabutnya Izin PT Pulomas, Pendangkalan Muara Air Kantung Segera Teratasi

Disinggung soal anggaran dalam program pembuatan pupuk organik hayati (POH). Kemas mengakui terkendala soal dana untuk penyebarannya.

“Terus terang kita terkendala di soal dana. Sudah kita paparkan dan disampaikan ke PT Timah kalau program ini akan banyak membantu para petani namun kami terkendala dana dan sayangnya hingga saat ini proposal untuk program tersebut belum dapat respon pihak PT Timah. Demikian juga kita sudah sampaikan ke Sekda Provinsi, Pak Yan juga belum memberikan respon yang menggembirakan,” akunya.

Namun meski demikian, Kemas tetap berupaya melaksanakan program POH tersebut dengan membangun kontruksi rumah yang diperuntukkan dalam pengembangan POH.

“Dengan bangunan rumah pupuk organik hayati (POH) ini menunjukan bahwa kami sangat serius melaksanakannya. Kami harap PT Timah dan Pemprov dapat mendukung program tersebut guna memenuhi kebutuhan petani se Babel dalam meningkatkan hasil panen mereka,” harapnya.

BACA JUGA :  Bangka Belitung Ikuti Vaksinasi Massal Pelajar Bersama Presiden Jokowi

Dibeberkan Kemas, untuk saat ini baru 1(satu) unit ipal yang ada di rumah pupuk. Itupun hiba dari LIPI.

“Kita masih kekurangan 9 unit Ipal untuk ditempatkan di rumah pupuk ini guna memaksimalkan pengolahan POH yang nantinya akan disebarkan ke seluruh petani se Babel,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.