Foto: Pemilik Mobil Pick up warna putih dengan bebasnya melakukan pengisian bbm jenis solar bukan ke tangki mobilnya

SPBU Ini Diduga Lakukan Pendistribusian BBM Jenis Solar Tidak Sesuai Aturan Dan Peruntukannya

Kriminal Lokal
Foto: Pemilik Mobil Pick up warna putih dengan bebasnya melakukan pengisian bbm jenis solar ke tempat yang diduga jerigen yang di letakan di bak belakang mobilnya

Forumkeadilanbabel.com, Sungailiat — Satu lagi Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) yang diduga melanggar aturan dalam pendstribusian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

SPBU dengan nomor daftar Pertamina 24.33273 yang beralamat di jalan Sudirman samping taman makam pahlawan Sungailiat ini, Jum’at (3/5/2018) pagi sekira jam 10.00 WIB diduga mendistribusikan bbm jenis solar tidak sesuai peruntukan dan aturannya. Hal ini terkuak saat forumkeadilanbabel.com bermaksud mengisi bbm jenis premium.

Terlihat puluhan mobil kendaraan pengerit mengantri di jalur mesin bbm jenis solar hingga berlapis lapis. Ada yang saling rebutan untuk mendapatkan posisi terdekat dari nosel (ujung selang penghubung mesin dengan lobang tangki kendaraan, red), ada juga yang sabar menunggu gilirannya lantaran kuatir mobilnya lecet atau bersenggolan dengan mobil lainnya. Namun terkadang posisi tersebut tidak menguntungkan sebab kalau kurang gesit bisa bisa tak kebagian solar.

Foto: Sejumlah mobil pengerit berusaha merapat ke nosel pengisian sehingga bisa mendapatkan bbm jenis solar

“Kadang kita harus gesit sehingga dapat memposisikan kendaraan berdekatan dengan nosel. Kalau tidak gesit terkadang kita gak dapat solarnya. Sudah antri lama lama, eh.. begitu sampai dekat nosel, solarnya habis, kan nyesel rasanya, dari pada gak dapat ya pandai pandai lah menempatkan kendaraan biar bisa dapat,” ungkap salah satu pengerit yang mengaku mendapatkan ratusan liter perharinya, Jum’at (4/5/2018).

Masih di lokasi SPBU 24.33273, tiba tiba terlihat satu unit mobil pick up warna putih melakukan pengisian bbm jenis solar agak janggal sebab setelah melakukan pengisian melalui lubang tangki di sebelah kiri kendaraannya, si pemilik kendaraan kembali memindahkan nosel ke arah sebelah kanan dan melakukan pengisian ke jeregen yang diletakkan di bak belakang kendaraannya. Dan anehnya lagi si petugas nosel hanya terdiam dan membiarkan si pemilik kendaraan tadi melakukan aksi tersebut tanpa ada upaya untuk mencegahnya.

Menurut informasi yang didapat, sipemilik kendaraan itu disebut sebut adalah Ap  yang kesehariannya memang berjualan solar di depan tokonya di jalan Samratulangi Sungailiat.

“Lah itu kan Ap yang dijuluki ‘Ap Solar’ yang tokonya banyak jual solar di jalan Samratulangi itu. Hampir setiap hari dia tu ngerit, dia kan mendapat keistimewaan. Pokoknya kalau ngisi solar rata rata di atas 40 kadang bisa sampai 60 liter bahkan lebih. Coba aja di cek setiap hari, kamu perhatikan dekat nosel,” kata sumber.

Lusi selaku pengelola SPBU no 24.33273, belum bisa dimintai tanggapan lantaran tidak berada di kantornya.

“Ibu Lusi lagi keluar, nanti datang lagi ya,” kata salah satu bawahan Lusi.

Sementara itu, Sales Eksekutif Ritel Pertamina Wilayah Provinsi Babel, Doni Prasetyo yang dikonfirmasi via WA messenger, Jum’at (4/5/2018) pagi belum memberikan tanggapan terkait adanya temuan pendistribusian bbm jenis solar yang tidak sesuai aturan dan peruntukannya.

Padahal sebelumnya pihak Doni Prasetyo telah memberikan warning kepada pihak SPBU untuk tidak berbuat nakal mendistribusikan bbm tidak sesuai aturan.

Menurut dia, ketika mengetahui adanya pelanggaran itu pihaknya akan langsung mengambil keputusan untuk memberikan sanksi tegas kepada pemilik SPBU.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah melaporkan penyalahgunaan penyaluran BBM ini,” katanya.

Ia mengimbau pemilik SPBU di daerah ini agar dapat menyalurkan BBM di SPBU masing-masing sesuai regulasi yang sudah diatur agar tidak merugikan masyarakat.

“Semoga kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak sehingga tidak terjadi lagi pelanggaran dalam pendistribusian BBM,” harapnya seperti dikutip radarbangka beberapa waktu lalu.

Demikian juga halnya Kapolres Bangka, Akbp M. Budi Arianto ketika dikonfirmasi via pesan WA messenger terkait temuan adanya kegiatan pendistribusian bbm jenis solar yang tidak sesuai aturan dan peruntukannya, Jum’at (4/5/2018). Hingga berita ini diturunkan, Budi belum bersedia memberikan tanggapannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.