Foto : Nelayan bertahan di lahan sengketa Batu Rakit

Nelayan Bertahan di Lahan Sengketa Pantai Batu Rakit

Hukum Lokal

Dinas Pariwisata Bangka Barat Pernah Kirim Surat

Foto : Nelayan bertahan di lahan sengketa di pantai Batu Rakit

Forumkeadilanbabel.com, BANGKA BARAT – Sejumlah kepala keluarga dan nelayan sampai saat ini masih bertahan di pondok pemukiman wiilayah Pantai Batu Rakit, Kampung Mentok Asin, Kelurahan Tanjung Kecamatan Muntok. Mereka mengaku tanah yang ditempati bukan milik pemda tapi lahan sengketa yang belum dibebaskan.

Iwan, tokoh nelayan setempat mengaku, jika tanah yang mereka tempati saat ini adalah tanah milik Almarhum Abdullah Bin Imin. Menurut Iwan, sudah puluhan tahun ia bersama kepala keluarga yang lain menempati lahan tersebut. Sampai kemudian informasi terakhir yang diterima tanah tersebut sudah dijual oleh PT Timah, Tbk kepada Pemkab Bangka Barat.

“Abdullah Bin Imin sebenarnya masih termasuk keluarga kita. Kita tahu betul, dulunya tanah ini bagaimana. Puluhan tahun kita jadi nelayan dan bertempat di sini. Jangankan manusia, burung pun punya sarang. Jadi jangan seenaknya ngusir,” ujar Iwan, terkait informasi perintah pengosongan kawasan tersebut oleh Dinas Pariwisata Babar beberapa waktu lalu.

Seperti diberitakan Forumkeadilanbabel.com, beberapa hari lalu, sengketa lahan di kawasan Pantai Batu Rakit mencuat setelah PT Timah, Tbk menjual lahan tersebut kepada Pemkab Bangka Barat sekitar tahun 2014/2015. Belakang diketahui pemilik lahan atas nama Almarhum Abdullah Bin Imin serta Almarhumah Fatimah Bin Maie, melalui ahli waris pemegang surat tanah yang asli menggugat karena tanah mereka belum dibebaskan.

Ali, seorang Honorer Dinas Pariwisata Kabupaten Bangka Barat mengaku, mendapat tugas menyampaikan surat yang intinya meminta pengosongan lokasi kawasan Pantai Batu Rakit yang dikllaim milik Pemkab Bangka Barat. “ Tapi kita walaupun PHL kan juga manusia, jadi tahu nurani. Surat tersebut akhirnya saya sampaikan ke RT setempat,” ujar Ali. (rudy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.