Foto: Gedung Sekolah Keberbakatan Provinsi Kep. Bangka Belitung yang jadi sorotan

Gedung Sekolah Keberbakatan Tak Sebanding Besarnya Biaya Yang Dihabiskan

Hukum Lokal

Forumkeadilanbabel.com, Bangka Belitung — Proyek pembangunan gedung Sekolah Keberbakatan Provinsi di komplek perkantoran Air Itam yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung dengan nilai 7 milyar ini mulai mendapat sorotan dari LSM pegiat anti korupsi di Babel.

Pasalnya, dari penelusuran di 3 (tiga) gedung bangunan Sekolah Keberbakatan tersebut. Beberapa temuan yang menunjukkan kalau pengerjaan proyek pembangunan gedung Sekolah Keberbakatan terkesan dikerjakan terburu buru. Bahkan ada beberapa perlengkapan toilet tidak terpasang, seperti selang westapel dan kran airnya. Demikian juga selang kloset nya. Lebih mirisnya lagi, pekerjaan cor coran untuk balok pondasi dan tiang terkesan dikerjakan asal jadi sehingga dikuatirkan nantinya akan berdampak pada kekuatan bangunan gedung. Anehnya dengan kondisi gedung seperti ini, pihak Dinas Pendidikan Provinsi selaku pelaksana proyek tersebut kabarnya justru sudah melakukan Serah Terima Pertama atau Provisional Hand Over (PHO) antara Kontraktor  Pelaksana dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Dedy Wahyudi selaku wakil ketua LSM DPW Gerakan Barisan Komitmen Konstitusi (Gebrakk) Sriwijaya Provinsi Babel sangat menyayangkan kwalitas pembangunan gedung Sekolah Keberbakatan itu.

“Melihat kondisi gedung bangunan sekolah keberbakatan. Terus terang saya katakan jauh dari harapan publik. Dengan pagu dana 7 milyar namun hasilnya seperti itu. Saya tegaskan hasilnya sangat tidak wajar dengan biaya yang demikian besarnya. Kita akan cari data terutama RAB nya untuk kemudian kita akan cocokkan dengan hasilnya yang sekarang ini,” ungkap Dedy saat menkroscek adanya kabar yang menyebutkan proyek pembangunan sekolah keberbakatan diduga bermasalah, Kamis (26/4/2018).

Lebih jauh dikatakannya, bilamana dalam RAB ada item pekerjaan yang tidak dilaksanakan oleh kontraktor maka dirinya tak segan untuk melaporkan ke aparat penegak hukum di Bangka Belitung.

“Siapapun di belakangnya, kalau memang ada item pekerjaan yang tidak sesuai spek ataupun ada item pekerjaan tidak dilaksanakan maka kita akan buat laporan ke Kejati atau ke Tipikor Polda Babel dan kita akan tembuskan ke Jampidsus Kejagung dan ke Kabagreskrim Mabes Polri serta ke KPK,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Diknas Provinsi Babel, Wahyudin selaku PPK proyek pembangunan sekolah keberbakatan belum bersedia di wawancarai dengan dalih akan mengikuti rapat internal.

“Maaf saat ini belum bisa, sebab sebentar lagi saya pimpin rapat internal,” kata Wahyudin kepada forumkeadilanbabel.com di kantor Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, Kamis (26/4/2018) sekira jam 13.55 WIB.

Demikian juga, Kepala Diknas Provinsi Babel, Muhammad Soleh belum bersedia memberikan tanggapannya ketika dikonfirmasi terkait kondisi gedung sekolah keberbakatan tersebut.

“Mohon maaf saya sdg diklatpim di jkt dan nanti akan kami cek,” jawab Soleh singkat melalui pesan WA messenger, Kamis (26/4/2018) malam.

Seperti diketahui, proyek pembangunan gedung sekolah keberbakatan Provinsi Babel ini dilaksanakan oleh Diknas Provinsi Babel dengan nomor kontrak 243/ SP/DISDIK/2017 oleh kontraktor pelaksana PT Sumber Alam Sejahtera dengan nilai Rp. 7.020.628.000 dari APBN tahun anggaran 2017 dengan masa pelaksanaan selama 210 hari kalender dan mendapat pendampingan dari TP4D Kejati Babel.

(Robi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.