Masjid Baitul Al Hakim Telan Dana Rp. 500 Juta

Lokal

  • Kado Manis Buat Warga Muslim Kampung Sawah
  • Dibangun oleh Pengusaha Ikan

FORUM KEADILANBABEL. COM,  BANGKA BARAT – Niat memang modal utama. Apalagi jika di jalan kebaikan tak sulit bagi Allah untuk mengabulkan hanya dengan lafad Kun Fayakun. Setidaknya hal ini yang dibuktikan seorang warga Kampung Sawah, Rt.003/Rw.004, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok yang bercita-cita sejak dulu membangun masjid di sekitar tempat tinggalnya. Seolah menjadi kado manis buat warga muslim Kampung Sawah, terlebih menghadapi bulan puasa.

Hakim (35) begitu nama panggilannya, tak menyangka jika awalnya hanya berniat membangun langgar namun justru masjid dengan ukuran 7 x 7 meter yang  kini dihadirkan. Bangunan desain ditangan Mul, yang juga merangkap kepala tukang, menghasilkan bentuk masjid yang memiliki estetika, nyaman dan asri.  Kubah model tertutup dengan lantai granit serta plafon bagian dalam anti air ditambah warna dinding luar didominasi hijau, serasa asri menambah kekhusukan ibadah.

BACA JUGA :  Gubernur Apresiasi Pemkab Bangka Barat, Sulap Gedung Diklat Jadi Instalasi Darurat Covid-19

Kepada  FORUMKEADILANBABEL.COM, Rabu, (25/4), Hakim, pria beristri yang dikarunia beberapa anak ini mengaku hampir menjadi nazar, niat kuatnya yang sejak dulu ingin membangun masjid alhasil saat ini hampir terwujud sempurna yang bangunannya berbatasan dengan rumah tinggalnya.“Ini sudah menjadi niat saya, soal biaya yang sudah keluar saya tak pernah hitung-hitung. Rezeki itu yang memberi Allah, kalau kita sungguh-sungguh di jalan Allah pasti ada jalan,” ujar pria pengusaha ikan yang dikenal cukup ramah oleh siapa saja. Alhasil benar, meski dengan biaya pribadi yang tertatih-tatih, Masjid yang diberi nama Baitul Al Hakim ini saat ini persentase nya sudah sekitar 70 persen selesai dengan masa pengerjaan lebih dari satu tahun. “Mudah-mudahan menghadapi bulan puasa ini rampung, sehingga bisa maksimal digunakan,” harapnya.

BACA JUGA :  Karang Taruna Dan PKK Lingkungan Nelayan II Resmi Dilantik

Sementara Kepala Tukang, Mul, mengaku sebenarnya cukup rumit merancang bangunan masjid di lahan sempit namun terkesan megah. “Kalau bangunan masjidnya sendiri ukuran 7×7 meter, teras 2,5 meter, sisanya pekarangannya yang kita sisakan lebar. Soalnya masjid kalau dimana-mana tak punya lahan pekarangan lebar, rasanya gimana. Kemarin, Bos (Hakim), sudah coba-coba lobi tetangga untuk menambah luasan pekarangan. Tinggal masalah harga,” ujar Mul.

Soal biaya, Mul menyebut sampai dengan kondisi kemarin sudah hampir Rp. 500 juta yang sudah digunakan. Diperkirakan hingga selesai menurutnya menghabiskan dana sekitar Rp.1 Milyar. “ Yang mahal ini sebenarnya matrialnya Bang, mulai  bahan-bahan termasuk keramik. Kalau upah tukang nggak seberapa, apalagi Bos enaknya orangnya. Sebelumnya dia memang niatnya bantu kita supaya ada kerja. Makanya diawal dia bilang kalau seminggu ia mampu bayar tukang Rp. 5 juta, ya Rp. Juta, kalau Rp. 7 juta ya Alhamdullah,” ujar Mul. (Rudy)

BACA JUGA :  Tak Bisa Tunjukkan Sertifikat Vaksin, Penumpang Langsung Dipulangkan

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.