Dakwaan Jaksa, Kasus Rehab DAS Air Anyir Rugikan Negara Hampir Setengah Milyar

Hukum Lokal

p

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang – Sidang perkara kasus korupsi Rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) Hutan Lindung Pantai Rebu berlokasi di Kawasan Hutan Pantai Airanyir, Bangka  oleh dinas kehutanan Provinsi Bangka Belitung tahun anggaran 2014 senilai Rp. 1.078.130.000, mulai disidangkan di PN Tipikor Pangkalpinang, Rabu (18/4/2018).

 

Mantan kepala dinas kehutanan dan perkebunan Bangka Belitung,  Nazalyus dan Firyadi Ryandhani (PPTK) sebagai terdakwa menjalani sidang perdananya.

 

Dalam sidang dakwaan itu, pihak jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Bangka di hadapan majelis hakim yang diketuai  I Nyoman Wiguna mendakwa Nazalyus dan Firyadi Ryandhani  telah melakukan atau turut serta melakukan perbuatan secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yaitu memperkaya diri  terdakwa Aan Sukayat (CV Djohar Putra)  dan Dedi Eka Saputra (CV Eka Putra)  yang mana negara telah dirugikan   sebesar Rp 485.128.830.

 

Pihak JPU merinci salah satu diantara perbuatan melawan hukum tersebut dimana perbuatan para terdakwa telah melakukan pengeluaran biaya ril menyebabkan telah bertambah keuntungan atau bertambah kekayaan dari Dedi Eka Saputra bin H Muchtar Abdul Madjid sebesar Rp 213.100.000 yang berasal dari uang yang Dedi Eka Saputra terima dari kegiatan tersebut sebesar Rp 441.000.000.  Lalu dikurangi biaya ril yang dikeluarkan Dedi Eka Saputra sebesar Rp 227.900.000 dan memperkaya atau membuat bertambah kekayaan dari Aan Sukayat sebesar Rp 272.028.830.

“Realisasi pembayaran bersih yang ditransfer dari rekening kas daerah ke rekening CV Djohar Putra Rp 1.011.568.830. Realisasi biaya yang sebenarnya (real cost) untuk belanja jasa pihak ke 3 rehabilitasi DAS dalam rangka pemenuhan kewajiban IPPKH untuk pembangunan jalan Lingkar Pantai Timur Bangka Rp 526.440.000.  Adapun selisihnya/ kerugian keuangan negara adalah Rp 485.128.830,” ungkap JPU, AB Peranginangin seperti dalam dakwaan.

 

Akibatnya seperti dalam dakwaan perbuatan terdakwa  Nazalyus bin Nanang Effendi selaku KPA/PPK  bersama-sama dengan terdakwa Firyadi Ryandhani  (PPTK), Aan Sukayat (direktur CV Johar Putra) dan Dedi Eka Saputra telah merugikan keuangan negara sebagaimana laporan hasil audit dalam rangka penghitungan kerugian negara dalam kegiatan rehabilitasi DAS  tahun anggaran 2014 nomor: SR-99/PW29/5/2018 tanggal 07 Maret 2018,” tambahnya.

 

Perbuatan para terdakwa diancam pidana pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 ayat ayat (1) huruf b Undang-Undang   nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.